NewsNasional

Wamenaker Tegaskan Perempuan Harus Setara Akses Pelatihan dan Pekerjaan

×

Wamenaker Tegaskan Perempuan Harus Setara Akses Pelatihan dan Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 11 07 at 17.44.59
Afriansyah dalam acara pengukuhan pengurus Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kota Jambi periode 2025–2029 dan Seminar Budaya Bundo Kanduang di Jambi. (Foto: Humas Kemnaker)

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan kompetensi perempuan agar dapat berkontribusi lebih luas dalam pembangunan dan perekonomian nasional.

“Perempuan harus memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pelatihan, mengakses pekerjaan yang layak, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Afriansyah dalam acara pengukuhan pengurus Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kota Jambi periode 2025–2029 dan Seminar Budaya Bundo Kanduang di Jambi kemarin..

Menurut Afriansyah, perempuan memiliki peran strategis dan menjadi salah satu penggerak perekonomian. Kontribusi itu tampak di berbagai sektor, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, usaha keluarga, hingga berbagai profesi.

Ia menyebut peningkatan kompetensi perlu terus dilakukan agar perempuan memiliki peluang lebih luas, baik untuk bekerja maupun mengembangkan usaha.

Sejalan dengan itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan pelatihan vokasi yang membekali masyarakat dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.

Afriansyah berharap PBKM mengambil bagian dalam pemberdayaan perempuan di bidang sosial dan ekonomi, sekaligus melestarikan adat dan budaya Minangkabau. Menurutnya, peran itu dapat diwujudkan melalui pengembangan keterampilan, penguatan kewirausahaan, perluasan jejaring usaha, dan promosi produk unggulan masyarakat Minangkabau.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen masyarakat agar program pemberdayaan perempuan dapat berjalan lebih luas dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *