berita utamaInternasional

Trump Tertekan! Partai Republik Kalah di Pemilu AS, Dukungan Pemilih Latino Mulai Beralih ke Demokrat

×

Trump Tertekan! Partai Republik Kalah di Pemilu AS, Dukungan Pemilih Latino Mulai Beralih ke Demokrat

Sebarkan artikel ini
Trump
Presiden AS, Donald Trump. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM  – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi tekanan politik setelah Partai Republik mengalami serangkaian kekalahan dalam pemilihan umum sela. Namun, Trump menolak mengakui bahwa kebijakan dan kepemimpinannya turut berkontribusi terhadap merosotnya dukungan terhadap partainya.

Trump memantau hasil penghitungan suara dari Ruang Timur Gedung Putih. Situasi dilaporkan berlangsung tegang ketika kemenangan demi kemenangan justru diraih Partai Demokrat.

Di tengah perkembangan tersebut, Trump sempat tidak memberikan pernyataan melalui Truth Social selama sekitar tiga jam pada Selasa (3/11) malam. Setelah pukul 22.30 waktu setempat, ia akhirnya menanggapi hasil pemilu dengan menyebut dirinya tidak tercantum dalam surat suara sehingga tidak bisa dikaitkan langsung dengan kekalahan tersebut.

“Saya tidak ada di surat suara dan jika saya ada, kita akan menang telak!” tulis Trump.

Trump juga menolak mengakui kebijakannya sebagai salah satu penyebab kemerosotan dukungan Partai Republik. Ia tidak menganggap perang dengan Iran yang telah berlangsung delapan bulan sebagai faktor utama kekalahan, meskipun menyebut konflik tersebut sebagai salah satu penyebab.

Kebijakan tarif yang berkontribusi terhadap kenaikan harga barang serta fokus pemerintahannya pada isu-isu yang dinilai jauh dari kebutuhan pemilih juga tidak disinggung sebagai persoalan utama. Sebaliknya, Trump menyalahkan kandidat Partai Republik yang gagal menang dan pemberitaan Fox News yang dianggap menguntungkan Demokrat.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaku sedikit terkejut dengan hasil pemilu. Meski demikian, ia menegaskan kekalahan tersebut tidak akan menghambat agenda pemerintahannya.

“Tapi saya tidak menganggapnya sebagai serangan terhadap saya,” ujar Trump. Ia bahkan mengklaim dua tahun pemerintahannya sebagai periode terbaik dalam sejarah kepresidenan AS, terutama dari sisi ekonomi.

Sinyal kebangkitan Demokrat juga terlihat di Florida. Partai tersebut berhasil mempertahankan tiga kursi DPR meskipun Partai Republik sebelumnya mengubah batas sejumlah distrik untuk memperbesar peluang kemenangan mereka.

CNN memproyeksikan Kathy Castor dan Jared Moskowitz mempertahankan kursi masing-masing. Demokrat Pia Dandiya juga diproyeksikan menang di Distrik ke-22. Sementara itu, Darren Soto unggul tipis atas kandidat Republik di Distrik ke-9.

Persaingan paling ketat terjadi di Distrik ke-27 Florida Selatan, Miami-Dade County, yang memiliki populasi Latino besar. Anggota DPR dari Partai Republik Maria Elvira Salazar, yang sebelumnya menang dengan selisih sekitar 20 poin persentase, kini hanya unggul sedikit lebih dari 1.000 suara atas kandidat Demokrat Eliott Rodriguez hingga Rabu (4/11) pagi.

Perkembangan tersebut mengindikasikan mulai melemahnya dukungan pemilih Latino terhadap Partai Republik. Padahal, kelompok pemilih ini sebelumnya menjadi salah satu modal penting kemenangan Trump dalam pemilu 2024. (Sumber: CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *