KITAINDONESIASATU.COM — Kitab Al-Hikam karya Syaikh Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari menyimpan kedalaman ajaran tasawuf yang terus relevan bagi kehidupan modern. Pada hikmah ke-85, ulama besar tersebut menegaskan pentingnya kedudukan salat sebagai sarana pembersihan jiwa dan pembuka rahasia keagungan Ilahi.
Dalam mukadimah hikmah ini, Ibnu ‘Atha’illah menyampaikan bahwa shalat merupakan media penyucian hati dari nodat-noda dosa serta menjadi kunci untuk membuka pintu alam ghaib.
Salat bukan sekadar rutinitas ibadah fisik atau penggugur kewajiban semata, melainkan momentum penghambaan yang hakiki untuk menghubungkan ruh hamba kepada Sang Pencipta.
Melalui pelaksanaan salat yang khusyuk dan sempurna, seorang Muslim dapat membersihkan hatinya dari kotoran syahwat, kedengkian, dan sifat tercela. Ketika jiwa telah suci dari dosa, Allah SWT membuka pemahaman spiritual (ma’rifatullah) yang memungkinkan hamba merasakan manisnya iman serta kedamaian batin.
Hikmah ini mengingatkan umat Islam agar tidak menjadikan salat sebagai beban. Sebaliknya, shalat hendaknya dimaknai sebagai karunia besar untuk meraih ketenangan batin di tengah riuk-pikuk kesibukan duniawi.(*)




