KITAINDONESIASATU.COM – Kebiasaan begadang bukan hanya menyebabkan tubuh lelah dan mengantuk pada pagi hari.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah, bahkan membuat tekanan darah meningkat hingga sepanjang hari. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama oleh orang yang sudah memiliki riwayat hipertensi.
Saat seseorang tidur, tubuh memiliki kesempatan untuk beristirahat dan menurunkan aktivitas sejumlah sistem organ. Namun, ketika waktu tidur berkurang, mekanisme pengaturan tekanan darah dapat terganggu. Jika berlangsung berulang, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko hipertensi.
Berikut empat alasan begadang dapat memengaruhi tekanan darah.
Mengapa Begadang Bisa Meningkatkan Tekanan Darah?
- Aktivitas saraf simpatis meningkat. Kurang tidur dapat membuat sistem saraf simpatis lebih aktif. Kondisi ini memicu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah karena tubuh berada dalam keadaan lebih siaga.
- Hormon stres mengalami perubahan. Begadang dapat mengganggu keseimbangan hormon, termasuk kortisol dan adrenalin. Peningkatan hormon tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah ikut naik.
- Waktu penurunan tekanan darah berkurang. Secara normal, tekanan darah mengalami penurunan ketika seseorang tidur. Kurang tidur dapat menghambat proses tersebut sehingga tekanan darah bertahan lebih tinggi dalam waktu lama.
- Memicu peradangan pembuluh darah. Kekurangan tidur berulang dapat meningkatkan respons peradangan dalam tubuh. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengganggu kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi.




