KITAINDONESIASATU.COM – CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali memicu perdebatan setelah menyampaikan pandangan kontroversial mengenai kebiasaan menabung untuk masa depan.
Ia menilai menyimpan uang dalam jangka panjang mungkin tidak lagi diperlukan apabila perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mampu menciptakan era kelimpahan ekonomi di masa mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk melalui platform X pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia merespons unggahan seorang pengguna yang membahas keputusan keuangan pribadi dengan optimisme terhadap masa depan yang dipenuhi kemajuan teknologi.
Menurut Musk, kemunculan kecerdasan buatan supercerdas atau superintelligent abundance berpotensi mengubah sistem ekonomi secara mendasar.
Teknologi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah melimpah sehingga kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
Elon Musk: AI dan Robot Diprediksi Mengubah Masa Depan Ekonomi
Pandangan Musk tidak terlepas dari keyakinannya terhadap perkembangan AI, robot humanoid, dan teknologi energi.
Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki kemampuan meningkatkan produktivitas secara signifikan sekaligus mengurangi ketergantungan manusia terhadap pekerjaan konvensional.
Dalam skenario yang dibayangkan Musk, robot dan sistem AI dapat mengambil alih berbagai pekerjaan produksi, pelayanan, hingga aktivitas profesional.
Kondisi tersebut berpotensi menekan biaya produksi dan membuat akses terhadap kebutuhan masyarakat semakin luas.
Musk bahkan sebelumnya memperkirakan bahwa pekerjaan manusia pada masa depan dapat menjadi pilihan, bukan lagi kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ia juga membayangkan masyarakat memperoleh pendapatan universal dengan dukungan peningkatan produktivitas teknologi.





