KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan menjelang awal November 2026. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran terganggunya pasokan energi global menjadi faktor utama yang mendorong penguatan harga minyak di pasar internasional.
Berdasarkan data perdagangan terakhir pada Jumat, 30 Oktober 2026, minyak mentah Brent ditutup pada level US$117,64 per barel. Angka tersebut meningkat 2,4 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 2,08 persen menjadi US$104,12 per barel. Kenaikan tersebut membawa kedua acuan minyak dunia ke level tertinggi sejak akhir April 2026.
Dengan demikian, pergerakan harga minyak pada awal November masih menjadi perhatian pelaku pasar, terutama karena ketidakpastian pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Minyak
Kenaikan harga minyak dunia berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan distribusi energi internasional. Salah satu perhatian pasar tertuju pada Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis pengiriman minyak dari kawasan Teluk.
Pada akhir Oktober, sebuah kapal tanker dilaporkan terkena serangan menggunakan bahan peledak di kawasan tersebut. Selain itu, serangan kelompok Houthi terhadap wilayah Arab Saudi turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi.
Situasi tersebut membuat pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan terganggunya distribusi minyak mentah. Akibatnya, harga komoditas energi mengalami tekanan kenaikan.
Di sisi lain, keputusan OPEC+ juga menjadi perhatian pasar. Pada 1 November 2026, tujuh negara anggota utama kelompok tersebut sepakat mempertahankan target produksi minyak untuk Desember.
Keputusan itu membuat pasar masih mencermati keseimbangan antara pasokan dan permintaan global. Selanjutnya, perkembangan konflik Timur Tengah serta kelancaran pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan mendatang.
Kondisi tersebut juga perlu diperhatikan Indonesia karena perubahan harga minyak internasional dapat memengaruhi perhitungan harga minyak mentah Indonesia, penerimaan negara, dan biaya energi nasional.(*)





