Berita UtamaDaerahNews

Tragedi 42 Hektare Sawah Puso di Garut: Menyingkap Krisis Infrastruktur Irigasi dan Ancaman Ketahanan Pangan

×

Tragedi 42 Hektare Sawah Puso di Garut: Menyingkap Krisis Infrastruktur Irigasi dan Ancaman Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
42 hektare sawah di Garut alami puso
42 hektare sawah di Garut alami puso akibat nihilnya infrastruktur irigasi. (Sekolah Sungai Cimanuk)

KITAINDONESIASATU.COM – Ratusan petani di wilayah perbatasan tiga kecamatan di Kabupaten Garut, yakni Bayongbong, Sukaresmi, dan Pasirwangi, harus menelan pil pahit pada musim tanam tahun ini.

Sebanyak kurang lebih 42 hektare lahan sawah produktif mengalami gagal panen total (puso) akibat terjangan kekeringan ekstrem.

Di balik kerugian materiil yang fantastis ini, terungkap sebuah fakta sistemik yang jauh lebih mengkhawatirkan: ketiadaan infrastruktur pengairan yang memadai.

Temuan itu mencuat setelah tim survei dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung melakukan investigasi langsung ke titik nol bencana, Jumat (9/10/2026).

Nihilnya “Urat Nadi” Pertanian di Tengah Cuaca Ekstrem

Syahid Abdulgani, perwakilan BBWS Cimanuk-Cisanggarung yang memimpin peninjauan, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur di lapangan. Menurutnya, para petani di ketiga kecamatan tersebut selama ini bertaruh nasib dengan cuaca karena tidak adanya topangan irigasi teknis.

“Ini menjadi temuan utama kami di lapangan. Petani di tiga kecamatan ini bertani tanpa ditopang infrastruktur irigasi yang layak. Ketika kemarau datang, dampaknya langsung puso,” tegas Syahid di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *