Daerah

50 Hektare Sawah di Jember Mengering, Petani Terancam Gagal Tanam Akibat Krisis Air

×

50 Hektare Sawah di Jember Mengering, Petani Terancam Gagal Tanam Akibat Krisis Air

Sebarkan artikel ini
50 Hektare Sawah di Jember Mengering,
50 Hektare Sawah di Jember Mengering, (KIS/Ika)

KITAINDONESIASATU.COM – Musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap lahan pertanian di Kabupaten Jember.

Sedikitnya 50 hektare sawah di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, mengalami kekeringan parah akibat minimnya pasokan air. Tanaman padi yang baru berusia sekitar 18 hari bahkan mulai layu hingga mati.

Kondisi tersebut membuat petani menghadapi ancaman gagal tanam sekaligus kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Lahan yang sebelumnya mendapat pasokan air kini tampak kering dengan permukaan tanah mulai mengalami retakan.

Salah seorang petani, Marjuki, menjelaskan krisis air terjadi setelah debit saluran irigasi yang bersumber dari mata air di desa sekitar mengalami penurunan drastis.

“Debit air dari saluran irigasi desa sebelah sudah sangat kecil dan tidak sampai mengairi sawah di sini. Kami sudah berupaya menyedot air menggunakan mesin pompa, tetapi hasilnya tetap tidak sebanding,” ujar Marjuki, Minggu (20/9/2026).

Krisis Air Jember Ancam Masa Tanam Petani

Berdasarkan data Kelompok Tani Pendowo Desa Jubung, sekitar 50 hektare lahan padi yang sedang memasuki masa tanam terdampak kekurangan air.

Sebagian tanaman bahkan telah mengering dan mati sebelum memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

Teriknya cuaca selama musim kemarau turut memperparah kondisi tersebut. Upaya petani memberikan pupuk tidak mampu menyelamatkan tanaman karena kebutuhan utama berupa air tidak terpenuhi.

Petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Bantuan pompanisasi dinilai diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air dalam jangka pendek.

Selain itu, petani juga mengusulkan pembangunan sarana penampungan air permanen seperti bendungan atau sumur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *