News

Wamenaker Soroti Risiko Microbanking, Sertifikasi SDM Diminta Tak Sekadar Formalitas

×

Wamenaker Soroti Risiko Microbanking, Sertifikasi SDM Diminta Tak Sekadar Formalitas

Sebarkan artikel ini
Wamenaker
Wamenaker Afriansyah Noor menekankan kompetensi SDM dalam pengelolaan risiko microbanking dan meminta sertifikasi benar-benar teruji. (Kemenaker)

KITAINDONESIASATU.COM – Pengelolaan risiko menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan sektor microbanking karena berkaitan langsung dengan akses pembiayaan masyarakat dan UMKM.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting untuk menghadapi tantangan tersebut.

Menurut Afriansyah, tenaga kerja di sektor microbanking harus memiliki kemampuan yang memadai untuk mengenali hingga mengendalikan berbagai risiko yang muncul dalam aktivitas industri.

“Sektor microbanking memiliki peran strategis dalam perekonomian masyarakat karena menjadi penopang utama akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Afriansyah saat menjadi pembicara pada peluncuran Program Sertifikasi Manajemen Risiko Microbanking di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Sektor tersebut menghadapi berbagai potensi risiko, mulai dari kredit, operasional, hingga tindak kecurangan atau fraud. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap SDM yang mampu melakukan identifikasi, pengendalian, dan pemantauan risiko semakin penting.

Kompetensi Tak Cukup Hanya Teori

Afriansyah mengatakan perkembangan industri keuangan berlangsung cepat. Karena itu, peningkatan kapasitas pekerja tidak bisa hanya mengandalkan pemahaman teori.

Menurut dia, kompetensi SDM pengelolaan risiko microbanking juga harus mencakup kemampuan praktik, sikap dalam bekerja, serta pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *