KITAINDONESIASATU.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya, Maluku, pada Jumat, 11 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Maluku Barat Daya tersebut terjadi pada pukul 18.56 WIB. Berdasarkan informasi awal BMKG, pusat gempa berada di laut dengan lokasi sekitar 166 kilometer arah timur laut Maluku Barat Daya.
Gempa tercatat berada pada koordinat 7,44 derajat Lintang Selatan dan 129,11 derajat Bujur Timur. Sementara itu, kedalaman pusat gempa diperkirakan mencapai 143 kilometer.
Kedalaman tersebut membuat gempa tergolong sebagai gempa dengan sumber yang cukup dalam. Meski demikian, kekuatan gempa yang mencapai M 6,2 tetap membuat informasi mengenai dampak getaran menjadi perhatian masyarakat di wilayah sekitar.
BMKG Ingatkan Data Gempa Masih Dapat Berubah
BMKG menyampaikan bahwa informasi awal mengenai gempa bumi mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat. Karena itu, hasil pengolahan data pada tahap awal masih dapat mengalami perubahan setelah data tambahan diterima dan dianalisis lebih lanjut.
Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pemutakhiran informasi gempa. Data mengenai lokasi episentrum, magnitudo, kedalaman, maupun parameter lainnya dapat diperbarui apabila hasil analisis lanjutan menunjukkan adanya perbedaan.
Masyarakat di Maluku Barat Daya dan wilayah sekitarnya tetap diimbau tidak panik serta mengikuti informasi resmi dari BMKG. Terlebih, wilayah Maluku merupakan salah satu kawasan Indonesia yang cukup sering mengalami aktivitas gempa bumi karena berada di kawasan tektonik aktif.
Dengan status tidak berpotensi tsunami, masyarakat tidak perlu melakukan evakuasi akibat ancaman tsunami dari gempa ini. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap kemungkinan gempa susulan maupun dampak getaran terhadap bangunan, terutama pada bangunan yang memiliki struktur kurang kuat.





