KITAINDONESIASATU.COM – Kabar hilang kontaknya speedboat yang membawa rombongan jurnalis saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, mengundang keprihatinan mendalam dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyampaikan, empati kepada keluarga serta rekan-rekan para jurnalis dan awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.
Pernyataan tersebut disampaikan Berton saat membuka konferensi pers mengenai perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sejumlah bencana nasional lainnya di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (10/9).
“Kami seluruh personel dari BNPB, pimpinan hingga staf, menyampaikan rasa keprihatinan dan empati kami yang mendalam atas hilang kontaknya sebuah speedboat yang membawa delapan orang, termasuk sejumlah jurnalis dan awak kapal di perairan Selat Sunda,” ujar Berton.
Delapan orang berada dalam daftar pencarian setelah kapal tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9).
Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Perum LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.
BNPB menyadari hilangnya rombongan tersebut telah menimbulkan kecemasan besar bagi keluarga dan insan pers yang menunggu kabar terbaru mengenai keberadaan mereka.
Berton memastikan BNPB terus melakukan koordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai unsur lainnya yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Saat ini operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur terkait. BNPB terus berkoordinasi dan memantau perkembangan operasi tersebut,” katanya.
Harapan besar kini tertuju pada tim SAR gabungan yang terus menyisir perairan Selat Sunda. Operasi pencarian melibatkan berbagai kekuatan armada laut dan udara untuk menemukan seluruh penumpang kapal.
BNPB berharap proses pencarian berlangsung lancar dan delapan orang yang masih dicari dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Di tengah pencarian, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Tim SAR harus menghadapi gelombang tinggi di perairan Selat Sunda serta kondisi asap dan material vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.
BNPB pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan seluruh rombongan serta memberikan dukungan moral kepada tim SAR gabungan yang terus berjuang di tengah kondisi yang tidak mudah. (*)






