News

Pramono Bereaksi Keras soal Tantangan Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras di Jakarta

×

Pramono Bereaksi Keras soal Tantangan Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras di Jakarta

Sebarkan artikel ini
PRAMONO ANUNG
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengecam keras aksi tantangan menghafal Al-Qur’an yang diduga menawarkan minuman keras sebagai hadiah dalam salah satu booth festival musik The Sounds Project, di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Aksi tersebut menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang viral, pengunjung festival terlihat mengikuti tantangan menghafalkan Surah Adh-Dhuha di sebuah booth produk minuman beralkohol.

Pramono menilai tindakan tersebut telah melewati batas karena membawa unsur kegiatan keagamaan ke dalam promosi minuman keras. Ia menyebut kejadian tersebut mencederai kehidupan beragama yang selama ini dijaga di Jakarta.

“Yang berkaitan dengan promosi minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat kita jaga bersama di Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota, Selasa (11/8).

Pramono pun langsung meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah tegas menyikapi kejadian tersebut.

Ia meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Menurut Pramono, aksi semacam itu tidak semestinya terjadi di Jakarta. Ia juga menyayangkan kegiatan yang dinilai mengaitkan simbol keagamaan dengan promosi minuman beralkohol tersebut bisa berlangsung di ibu kota.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan booth produk minuman beralkohol dalam festival musik menggelar tantangan hafalan salah satu surah Al Quran, yakni Surah Adh-Dhuha.

Dalam video tersebut, seorang pengunjung terlihat mencoba menghafalkan ayat-ayat Surah Adh-Dhuha satu per satu di hadapan orang-orang yang berada di sekitar booth.

Pengunjung yang berhasil menyelesaikan hafalan disebut mendapatkan imbalan yang diduga berupa minuman keras.

Setelah peserta menyelesaikan hafalannya, orang-orang di sekitar booth terdengar memberikan tepuk tangan.

Video tersebut kemudian menuai perhatian publik dan memicu sorotan terhadap penggunaan materi keagamaan dalam kegiatan promosi minuman beralkohol. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *