KITAINDONESIASATU.COM – Dalam kajian rutin Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari, para jamaah diajak merenungi secara mendalam hikmah ke-26. Hikmah ini menegaskan bahwa salah satu tanda keberhasilan seseorang di akhir perjuangan adalah kemampuannya untuk kembali dan berserah diri kepada Allah sejak awal langkah.
Dalam pemaparannya, penceramah menjelaskan bahwa banyak manusia kerap mengandalkan kemampuan pribadi saat memulai suatu urusan, lalu baru mengingat Tuhan ketika menghadapi jalan buntu. Padahal, melibatkan Allah sejak niat pertama dipasang merupakan fondasi utama lahirnya keberkahan dan keberhasilan yang sejati.
“Jika di awal langkah kita sudah menyertakan Allah melalui niat yang lurus, kepasrahan, dan doa, maka apa pun hasilnya nanti akan membawa kebaikan,” ujar pengampu kajian di hadapan ratusan jamaah.
Hikmah ini menjadi pengingat penting di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat. Keberhasilan hakiki tidak hanya diukur dari hasil akhir yang kasatmata, melainkan dari keterlibatan keimanan dalam setiap prosesnya.
Dengan menyandarkan segalanya kepada Sang Pencipta sejak awal, hati akan tetap tenang dalam menghadapi setiap ketetapan-Nya.(*)


