KITAINDONESIASATU.COM – Iran mengungkapkan telah membatalkan rencana serangan militer terhadap tiga lokasi di Ukraina setelah pemerintah Kyiv menyampaikan permintaan maaf atas insiden penyerangan kapal komersial Iran di Laut Kaspia.
Keputusan tersebut menjadi perkembangan terbaru di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara akibat insiden yang menelan korban jiwa.
Pernyataan itu disampaikan oleh penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.
Ia menyebut Angkatan Bersenjata Iran sebelumnya telah menyelesaikan seluruh persiapan operasi militer sebagai respons terhadap serangan yang mengenai kapal komersial Iran.
Namun, operasi tersebut akhirnya dibatalkan setelah Ukraina mengakui insiden itu terjadi tanpa unsur kesengajaan dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi.
Iran Tetap Tuntut Ganti Rugi atas Insiden Laut Kaspia
Meski memilih tidak melanjutkan rencana serangan, Iran tetap bersikeras meminta kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan.
Pemerintah Teheran menilai serangan terhadap kapal komersialnya telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang harus dipertanggungjawabkan oleh Ukraina.
Selain membahas insiden di Laut Kaspia, pejabat Iran juga kembali menegaskan sikap negaranya terhadap keamanan kawasan.
Teheran menyatakan akan terus mengawasi jalur pelayaran di Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa setiap kapal militer asing yang melintasi jalur di luar ketentuan yang ditetapkan berpotensi menghadapi tindakan tegas.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya mengonfirmasi bahwa Ukraina telah mengakui kesalahan dalam insiden tersebut dan menyatakan tidak menginginkan eskalasi konflik lebih lanjut.
Meski demikian, Iran tetap menganggap keselamatan warga negara dan kepentingan nasionalnya sebagai prioritas yang tidak dapat ditawar.





