Internasional

Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Pekan Depan, Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu Utama

×

Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Pekan Depan, Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu Utama

Sebarkan artikel ini
Cadangan Minyak Dunia Menyusut Drastis
Harga Minyak Dunia Turun (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak mentah dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada pekan depan.

Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi faktor utama yang mendorong optimisme kenaikan harga minyak di pasar global.

Sejumlah analis menilai konflik yang terus memanas berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap kemungkinan terganggunya distribusi minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pemasok energi terbesar di dunia.

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Harga Minyak

Perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian utama investor.

Meningkatnya tensi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi serta jalur distribusi minyak internasional.

Selain itu, aktivitas pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz yang masih menghadapi berbagai hambatan turut memperbesar risiko gangguan pasokan minyak global.

Kedua jalur tersebut merupakan rute penting bagi pengiriman minyak dari negara-negara produsen menuju pasar internasional.

Analis memperkirakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi bergerak dalam kisaran US$80,50 hingga US$96 per barel apabila situasi geopolitik terus memburuk.

Sementara itu, harga minyak Brent juga diperkirakan tetap berada dalam tren positif setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan.

Pada perdagangan terakhir, baik Brent maupun WTI sama-sama ditutup menguat.

Penguatan tersebut menjadi salah satu kenaikan bulanan terbesar dalam beberapa bulan terakhir, didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *