KITAINDONESIASATU.COM – Serangan rudal Rusia kembali mengguncang Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Sabtu, 1 Agustus 2026 waktu setempat.
Sedikitnya sembilan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan udara yang menghantam sejumlah wilayah di kota tersebut.
Ledakan terdengar berulang kali selama beberapa gelombang serangan, memicu kebakaran dan kerusakan di berbagai distrik.
Insiden ini menjadi serangan besar kedua yang menargetkan Kyiv dalam pekan yang sama, sekaligus memperburuk situasi keamanan di tengah konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
Kyiv Kembali Jadi Sasaran Serangan Udara Besar
Pemerintah Ukraina melaporkan bahwa korban tewas tersebar di beberapa distrik, sementara para korban luka terdiri dari warga sipil, termasuk anak-anak.
Sejumlah korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sedangkan lainnya mendapat penanganan medis di lokasi kejadian.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Rusia meluncurkan puluhan rudal, termasuk rudal balistik, serta ratusan drone tempur dalam serangan tersebut.
Menurutnya, Kyiv menjadi target utama sehingga sistem pertahanan udara bekerja maksimal untuk menghadang serangan. Namun, keterbatasan rudal pencegat membuat tidak semua proyektil berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut operasi militer itu ditujukan untuk menyerang fasilitas industri pertahanan dan pusat logistik Ukraina.
Meski demikian, dampak serangan juga dirasakan oleh kawasan permukiman sehingga memicu korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.





