KITAINDONESIASATU.COM – Kandungan kurkumin dalam kunyit kembali menjadi perhatian para peneliti setelah sebuah penelitian kanker terbaru menunjukkan potensi senyawa alami tersebut dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.
Meski hasilnya menjanjikan, para ilmuwan menegaskan temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan sebelum dapat diterapkan sebagai terapi medis.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Molecular Sciences dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Kedokteran Wroclaw, Polandia.
Dalam studi tersebut, kurkumin dalam kunyit untuk melawan kanker dinilai memiliki keseimbangan terbaik antara efektivitas terhadap sel kanker dan tingkat keamanan bagi sel sehat.
Para peneliti membandingkan lima senyawa alami yang dikenal memiliki potensi antikanker, yaitu kurkumin, berberin, biochanin A, cucurbitacin E, serta CAPE (caffeic acid phenethyl ester) yang berasal dari propolis.
Pengujian dilakukan menggunakan sel kanker tulang dan sel sehat untuk melihat pengaruh masing-masing senyawa terhadap pertumbuhan, peradangan, metabolisme, hingga proses penuaan sel.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh senyawa mampu menghentikan pembelahan sel kanker. Namun, kurkumin memberikan hasil paling menonjol.





