KITAINDONESIASATU.COM – Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama 2026 memasuki tahap paling krusial. Sebanyak 4.153 peserta yang berhasil melewati asesmen kompetensi akademik dan psikologi kini bersiap menghadapi seleksi wawancara yang menjadi penentu akhir untuk meraih beasiswa bergengsi tersebut.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, mengatakan tahapan wawancara menjadi momen penting dalam menentukan siapa saja yang layak menyandang status sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit 2026.
“Seleksi BIB Kementerian Agama Tahun 2026 telah memasuki tahap akhir. Peserta yang lolos asesmen kini akan mengikuti wawancara sebagai penentu akhir untuk menjadi penerima beasiswa,” ujar Ruchman dalam keterangannya, Kamis (16/7).
Ia mengingatkan, seluruh peserta agar memanfaatkan waktu yang tersisa dengan mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi kemampuan akademik maupun kesiapan mental. Menurutnya, kesempatan tersebut harus digunakan untuk menunjukkan kapasitas, komitmen, dan kesungguhan kepada tim pewawancara.
Selain memperdalam materi dan berlatih menghadapi sesi wawancara, peserta juga diimbau untuk mengiringi usaha dengan doa agar seluruh proses seleksi berjalan lancar dan menghasilkan hasil terbaik.
Ruchman mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dari 12.696 pendaftar, sekitar 9.000 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti asesmen kompetensi akademik serta psikologi. Setelah melalui proses tersebut, hanya 4.153 peserta yang berhasil melaju ke tahap wawancara.
Pelaksanaan wawancara berlangsung dalam empat gelombang, yakni 9–11 Juli 2026 untuk Beasiswa Kemitraan, Beasiswa Unggulan Keagamaan S1, S2, dan S3 luar negeri serta Beasiswa Pesantren S2 dalam dan luar negeri. Selanjutnya 13–15 Juli 2026 untuk Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Keagamaan, 16–18 Juli 2026 untuk Beasiswa Santri S1, dan 20–22 Juli 2026 untuk Beasiswa Unggulan Keagamaan S2 dan S3 dalam negeri.
Peserta diminta terus memantau akun pendaftaran masing-masing guna memastikan jadwal wawancara dan memperoleh informasi terbaru terkait proses seleksi.
Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan program kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP Kementerian Keuangan yang bertujuan mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui pembiayaan studi jenjang sarjana, magister, hingga doktor di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. (*)






