KITAINDONESIASATU.COM – Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari senantiasa menjadi panduan spiritual yang menyejukkan hati.
Dalam hikmah keempatnya, sang ulama besar sufistik ini memberikan nasihat mendalam mengenai pentingnya menenangkan pikiran dari beban duniawi yang berlebihan.
Ibnu Atha’illah menuliskan: “Istirahatkan dirimu dari ikut mengatur (urusan duniamu). Sebab, apa yang sudah dijamin oleh selainmu (Allah) untuk dirimu, tidak perlu engkau sibuk ikut memikirkannya.”
Pesan ini bukanlah ajakan untuk bermalas-malasan atau meninggalkan ikhtiar. Sebaliknya, hikmah ini menekankan pada penataan hati (manajemen qolbu).
Manusia dituntut untuk tetap bekerja dan berusaha di dunia, namun dilarang keras membiarkan hatinya ikut terbebani oleh rasa cemas dan ambisi yang menggebu-gebu terhadap hasil akhir.
Hikmah ke-4 ini mengajarkan konsep kepasrahan yang aktif (tawakal). Ketika seorang hamba menyadari bahwa rezeki, jodoh, dan ajal sudah diatur serta dijamin penuh oleh Allah SWT, maka sirnalah tekanan mental dan stres batin yang sering melanda kehidupan modern.
Menyerahkan hasil akhir kepada Sang Pencipta membawa ketenangan jiwa yang sejati.(*)




