News

Warga Paledang Akhirnya Bernapas Lega, Dua Jembatan Strategis Rp4,4 Miliar Mulai Dibangun

×

Warga Paledang Akhirnya Bernapas Lega, Dua Jembatan Strategis Rp4,4 Miliar Mulai Dibangun

Sebarkan artikel ini
Anggaran Rp4,4 Miliar Untuk Pembangunan JPO Lebak Sari dan Jembatan Paledang-Pasir Jaya.
Pemerintah Kota Bogor mulai merealisasikan dua proyek jembatan strategis di Kelurahan Paledang senilai Rp4,4 miliar. Pembangunan ditargetkan rampung akhir November 2026.

KITAINDONESIASATU.COM- Dua Proyek Jembatan Strategis Mulai Direalisasikan Pemerintah Kota Bogor melalui Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, mulai merealisasikan proyek infrastruktur strategis pada tahun anggaran 2026.

Dua proyek berupa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan jembatan penghubung menjadi prioritas utama guna meningkatkan mobilitas sekaligus menjamin keselamatan warga di wilayah terluas se-Kecamatan Bogor Tengah tersebut.

Hal itu disampaikan Lurah Paledang, Ali Firdaus Abdul Kadir, saat pertemuan bersama warga dan media di Posyandu Lebak Sari, RT 004 RW 003, Kelurahan Paledang, Kamis 25 Juni 2026.

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat yang mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk media massa.

JPO Lebak Sari Senilai Rp2,7 Miliar Resmi Berjalan

Proyek prioritas pertama adalah pembangunan JPO di wilayah Lebak Sari yang telah mengantongi kontrak kerja sejak 25 Mei 2026. Pembangunan ini menelan anggaran sebesar Rp2,7 miliar dengan target penyelesaian selama 180 hari kalender.

“Alhamdulillah, perjuangan warga Lebak Sari selama ini membuahkan hasil. Proses pengerjaan sudah berjalan (on the way), diawali dengan pembongkaran dan pemasangan besi untuk pondasi penahan tanah menggunakan karung-karung di titik rawan longsor,” ujar Ali Firdaus, Kamis (25/6).

Spesifikasi JPO Lebak Sari

Detail Pembangunan

  • Panjang jembatan: 45,6 meter
  • Lebar jembatan: 1,8 meter
  • Anggaran: Rp2,7 miliar
  • Target pelaksanaan: 180 hari kalender

Ali mengakui medan pembangunan di Kelurahan Paledang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena kondisi wilayah yang berbukit dan padat penduduk.

“Medan di Paledang ini cukup sulit, material tidak bisa langsung masuk ke lokasi pengerjaan karena kondisi lingkungan yang padat. Namun, kami memaksimalkan pemberdayaan tenaga kerja lokal, di mana saat ini ada sekitar 14 warga setempat yang ikut dilibatkan dalam proyek,” tambahnya.

Untuk mendukung pembangunan tersebut, pemerintah juga telah membeli sebagian lahan di bawah dan belakang bangunan Posyandu Lebak Sari guna menunjang penataan infrastruktur yang lebih aman dan tertata.

Jembatan Penghubung Paledang-Pasir Jaya Capai Progres Positif

Selain JPO Lebak Sari, proyek prioritas lainnya adalah pembangunan jembatan penghubung antara wilayah Paledang dan Pasir Jaya atau yang dikenal sebagai kawasan Pulau Jepang.

Proyek senilai Rp1,7 miliar tersebut telah berjalan selama lima minggu dan menunjukkan perkembangan yang positif. Sama seperti JPO Lebak Sari, pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender atau sekitar akhir November 2026.

“Progresnya saat ini bahkan berjalan lebih cepat. Kami berharap pada akhir November nanti jembatan ini sudah bisa dimanfaatkan penuh dengan keberkahan oleh warga Paledang maupun warga Pasir Jaya pada khususnya,” jelas Ali.

JPO Lama Dekat Stasiun Bogor Akan Dibongkar

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor juga melakukan penataan kawasan strategis dengan membongkar JPO Paledang lama yang berada di dekat Stasiun Bogor.

Jembatan tersebut telah lama ditutup karena dinilai membahayakan pengguna. Pembongkaran elemen struktural JPO menggunakan anggaran APBD 2026 sebesar Rp2,6 miliar dan dijadwalkan dimulai dalam waktu sepekan ke depan.

Sebagai penggantinya, pemerintah menyediakan fasilitas pelican crossing atau lampu penyeberangan pejalan kaki untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya di wilayah RW 01 dan sekitarnya, agar lebih berhati-hati saat melintas selama proses pembongkaran JPO lama ini berlangsung,” imbau Ali.

Kelurahan Paledang Hadapi Tantangan Wilayah Berbukit dan Padat

Kelurahan Paledang memiliki luas wilayah sekitar 176 hektare dan menjadi wilayah terluas di Kecamatan Bogor Tengah dengan jumlah penduduk berkisar antara 11.000 hingga 12.500 jiwa yang tersebar di 13 RW dan 58 RT.

Sekitar 30 hingga 40 persen wilayahnya merupakan kawasan pusat ekonomi, perbankan, wisata belanja, hingga area Istana Bogor dan Balai Kirti. Sementara sebagian kawasan permukiman seperti Jalan Paledang, Bojong Neros, Lebak Sari, dan Pohon Manggis berada di kontur perbukitan dan sempadan sungai yang rawan longsor.

Akses Jalan Sempit Masih Jadi PR Besar

Ali Firdaus mengungkapkan, selain persoalan jembatan, warga juga masih mengeluhkan kondisi akses jalan lingkungan yang sempit.

“Akses jalan lingkungan yang sempit memang menjadi PR besar bagi kami. Ketika ada warga yang sakit atau meninggal dunia, proses evakuasi atau mobilisasi ambulan menjadi sangat sulit. Ini aspirasi yang sudah tertahan bahkan lebih dari 20 tahun,” ungkap Ali.

Tahun 2027 Fokus Perbaikan Jalan dan Drainase

Setelah penyelesaian dua proyek jembatan pada 2026, Kelurahan Paledang telah menyiapkan program lanjutan pada tahun anggaran berikutnya.

“Insya Allah, di tahun 2027 fokus kami akan diarahkan pada perbaikan akses jalan gedoran berikut dengan pembenahan sistem drainase lingkungan. Kami ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan warga benar-benar terfasilitasi,” pungkasnya.

Ali menegaskan, sinergi antara pihak eksekutif, legislatif, kelurahan, lembaga masyarakat seperti LPM, serta media massa menjadi faktor penting dalam mengawal pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah demi kemajuan Kelurahan Paledang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *