Lifestyle

Sinyal Pak Harto Mau Lengser Berawal dari Makam Uyut Ambiya di Balaraja

×

Sinyal Pak Harto Mau Lengser Berawal dari Makam Uyut Ambiya di Balaraja

Sebarkan artikel ini
makam uyut ambiya

KITAINDONESIASATU.COM-Balaraja yang terletak di Tangerang bagian Barat, Banten, banyak menyimpan bukti sejarah dan titik nadir di mulainya dari nama daerah ini  Nama Kota Balaraja terdapat dua versi akan nama kota ini.

Pertama, Balaraja berasal dari kata bala (bale) dan raja. Bale berarti balai atau tempat persinggahan. Dan raja yang di maksud di sini adalah raja yang berasal dari kerajaan Banten. Artinya, tempat peristirahatan raja. Pernyataan ini di kuatkan dengan sebuah tempat pemandian yang di kenal dengan nama Talagasari (Tempat ini kemudian menjadi nama desa).

Letak tempat pemandian tersebut tepat berada di depan balai dulu gedung Kewedanaan Balaraja dan sekarang di jadikan gedung Kecamatan Balaraja tersebut. Di perkirakan berada di Klinik Aroba, tepatnya di belakang Masjid Al-Jihad. Hal ini mengingatkan kita pada Tasik Ardi dekat Situs Surosowan, Banten.

Ada berbagai versi mengenai diri raja yang beristirahan di wilayah ini. Pertama ada yang menyatakan Raja Brawijaya dari Majapaht dan Sultan Agung dari Mataram yang tercatat dalam sejarah pernah menyerang Batavia.

Baca juga: Profil Jusuf Muda Dalam; Orang Soekarno yang Mati dalam Penjara

Versi kedua dan ketiga ini sebenarnya kurang kuat. Jika di lihat dari bukti yang tersebar di sekitar Balaraja kini. Bukti pertama, patung Balaraja yang di kenal masyarakat sebagai patung ki Buyut Talim sebagai salah satu icon pejuang Banten.

Kedua, terdapat makam Buyut Sanudin letaknya berada di Kampung Leuweung Gede Desa Parahu Kecamatan Sukamulya. Ketiga, Makam Nyi Mas Malati di Kampung Bunar, Desa Bunar Kecamatan Sukamulya. Pejuang wanita Banten di Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *