KITAINDONESIASATU.COM – Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap jaringan sindikat penipuan dalam seleksi ujian masuk perguruan tinggi, khususnya pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT-UTBK.
Dalam operasi ini, polisi telah menahan sebanyak 14 orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan terstruktur yang ternyata sudah beroperasi sejak tahun 2017 silam.
Jaringan yang menjangkau wilayah yang cukup luas ini menjalankan aksinya dengan menawarkan jaminan kelulusan kepada calon mahasiswa.
Untuk jasa tersebut, sindikat ini membebankan biaya yang sangat mahal kepada para kliennya, yaitu berkisar antara Rp500 juta hingga Rp700 juta.
Biaya yang tidak sedikit itu dijanjikan akan menjamin klien dapat lolos dan diterima di program studi bergengsi dan sangat diminati, seperti fakultas kedokteran.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (7/5/2026), Kapolres Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menyampaikan rincian penting mengenai kasus ini. Ia menegaskan bahwa dari 14 orang yang ditahan, tiga di antaranya adalah tenaga medis yang masih aktif berpraktik sebagai dokter.
“Tiga dari 14 tersangka tersebut adalah dokter aktif yang sedang bertugas. Mereka berpraktik di wilayah Sumenep, Sidoarjo, dan Pacitan,” ungkap Luthfie Sulistiawan sebagaimana dikutip dari beberapa sumber, Jumat 8 Mei 2026.
Keberadaan para dokter ini ternyata menjadi bagian penting dalam lingkaran kejahatan yang tersusun rapi.
