KITAINDONESIASATU.COM – Berikut ini penjelasan bagi Anda yang hobi memelihara kucing, terkait hal-hal sensitif dan penting yang harus Anda perhatikan dan ingat dalam memelihara binatang ini.
Selain harus hati-hati pada saat memandikan kuncing, juga penting yang harus Anda perhatikan dan ingat untuk tidak memotong kumis kucing yang berada di atas mulut kucing piaraan.
“Kumis kucing tidak boleh dipotong karena dapat membuat mereka disorientasi, stres, dan kesulitan menavigasi lingkungan.”
Dari informasi berbagai sumber menyebutkan, jika kumis pada kucing piaraan (vibrissae) berfungsi sebagai organ sensorik vital untuk navigasi, mendeteksi perubahan lingkungan, keseimbangan, dan komunikasi.
Kumis yang sensitif ini mendeteksi arus udara, membantu kucing melihat dalam gelap, mengukur lebar celah, dan menunjukkan ekspresi emosi (seperti rasa takut atau waspada).
Berikut adalah rincian fungsi penting kumis kucing menurut Hello Sehat, salah satunya sebagai navigasi dan deteksi lingkungan.
Kumis sangat sensitif terhadap getaran udara, memungkinkan kucing mendeteksi objek, pergerakan, dan bahaya di sekitar, bahkan dalam kegelapan total.
Mengukur ruang (spasial), lebar kumis biasanya sejajar dengan lebar tubuh kucing, membantunya menentukan apakah mereka bisa melewati ruang sempit.
Keseimbangan dan pergerakan, ujung saraf pada pangkal kumis mengirimkan sinyal ke otak untuk membantu kucing melompat dan mendarat dengan tepat.
Ekspresi emosi dan komunikasi, posisi kumis menunjukkan suasana hati; kumis ke depan berarti waspada/berburu, sedangkan ditarik ke belakang bisa berarti takut atau merasa terancam.
Perlindungan mata, kumis di atas mata (alis) berfungsi melindungi mata dengan memicu refleks berkedip saat tersentuh benda asing
Kumis kucing bukan bulu biasa, organ sensorik yang tertanam tiga kali lebih dalam dari bulu normal, menghubungkan pembuluh darah dan ribuan ujung saraf.
Setiap getaran kecil yang dimuntahkan langsung dikirim ke otak.
Ingat kumis kucing ini bukan hiasan, merupakan alat navigasi hidup, sebab kucing punya 24 kumis di wajah, 12 di tiap sisi, disusun rapi 4 baris horizontal.
Belum termasuk yang ada di atas mata, dagu, dan bagian belakang kaki depan, semuanya bekerja, semuanya punya fungsi, beberapa fungsi antara lain:
Fungsi pertama
Sebagai alat ukur tubuh lebar kumis sama dengan lebar tubuh kucing, sebelum masuk celah sempit, kucing mengukur dulu menggunakan sensor kumisnya.
Di kegelapan total, tanpa sentuhan apapun, bayangkan ini sebuah sensor GPS yang tidak membutuhkan sinyal.
Fungsi kedua
Mendeteksi angin Kumis bisa merasakan perubahan aliran udara sekecil apapun, kucing bisa mendeteksi objek di sekitarnya tanpa menyentuhnya, ini yang bikin kucing bisa bergerak mulus di tengah malam.
Fungsi ketiga
Dalam berburu kucing sebenarnya adalah hewan rabun dekat objek terlalu dekat jadi buram, tetapi kumis di wajah dan kaki bisa mendeteksi posisi, bentuk, dan gerakan mangsa yang sudah di genggaman.
Ada yang disebut whisker pinpoint refleks refleks yang mengarahkan gigitan ke titik mematikan dengan milimeter presisi.
Fungsi keempat
Ekspresi emosi Kumis rileks & menyebar sama dengan tenang, jika kumis maju ke depan berarti waspada.
Dan mode berburu Kumis menempel ke pipi berarti takut atau agresif, Anda bisa membaca perasaan kucingmu hanya dari posisi kumisnya.
Jadi, apa yang terjadi jika kumisnya dipotong? Ini bukan soal sakit — batang kumis tidak ada sarafnya, tetapi efeknya nyata dan menyiksa kucing sendiri.
Berikut dampak jika kumis kucing hilang atau dipotong:
Disorientasi — menabrak benda, salah perkirakan jarak
Stres dan cemas berat
Tidak bisa berburu dengan akurat
Navigasi malam hari lumpuh
Koordinasi tubuh terganggu Analoginya seperti ini
Menutup peripheral vision seseorang, tidak langsung mematikan, tapi sangat melumpuhkan. Dan selama kumis belum tumbuh kembali (butuh beberapa bulan) kucingmu hidup dalam kondisi itu setiap hari.
Fakta yang mungkin belum kamu tahu:
Kumis bisa rontok dan tumbuh sendiri –wajar jika nemukan di lantai
Kucing bisa menggerakkan setiap baris kumis secara independen
Ada kondisi namanya kumis kelelahan — stres karena kumis terus menyentuh sisi mangkuk makan.
Kucing buta yang kehilangan penglihatannya bisa tetap navigasi dengan baik — berkat kumisnya.
Oleh sebab itu kumis kucing adalah sistem sensorik paling canggih yang pernah ada di wajah makhluk hidup.
Biarkan mereka apa adanya, kucing yang bahagia adalah kucing yang kumisnya utuh. **


