KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan hak jaminan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera. Kemensos menargetkan proses reaktivasi terhadap 11 juta kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) dapat diselesaikan paling lambat pada April 2026.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan warga yang sebelumnya kehilangan akses layanan kesehatan gratis dapat kembali terproteksi oleh negara. Gus Ipul menjelaskan bahwa jutaan data kepesertaan tersebut perlu diaktifkan kembali setelah melalui proses verifikasi dan validasi ulang agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Kami terus bekerja keras melakukan sinkronisasi data bersama pemerintah daerah. Target kami, pada April 2026, seluruh kuota 11 juta peserta tersebut sudah aktif kembali dan dapat digunakan untuk berobat,” ujar Gus Ipul.
Fokus utama dalam reaktivasi ini adalah pembenahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kemensos menyisir kembali data warga yang dianggap layak namun status kepesertaannya non-aktif karena kendala administrasi atau sinkronisasi NIK di masa lalu.
Dengan selesainya reaktivasi ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat miskin yang terhambat mendapatkan layanan medis di rumah sakit.
Pemerintah meminta pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam melaporkan data kemiskinan terbaru agar integrasi sistem jaminan kesehatan nasional berjalan lebih optimal.(*)


