KITAINDONESIASATI.CM – Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan tidak lagi mempercayai Egianus Kogoya pasca pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens.
Pembebasan itu, dianggap tidak sesuai dengan kesepalatan. Dimana Egiyanus Kogoya dituduh telah menerima uang dari pemerintah Indonesia.
Pemerintah Indonesia lewat Satgas Pupua telah membantah pernyataan itu, demikian pula dari pihak Egiyanus.
Sebelumnya, juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menuduh Kogoya menerima suap dari pemerintah Indonesia dan melanggar prosedur yang disepakati pada 17 September 2024.
Sebby menyebut tindakan Kogoya sebagai “kekeliruan besar,” yang merusak proses negosiasi yang telah dilakukan selama 19 bulan.
Setelah pembebasan pilot Susi Air, TPNPB-OPM berencana untuk mengkaji kembali strategi mereka.
Juru bicara Sebby Sambom menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi mempercayai Egianus Kogoya, yang dianggap melanggar kesepakatan.
TPNPB-OPM menyatakan akan terus melawan pendudukan Indonesia dan siap menghadapi kemungkinan serangan militer. Mereka juga berencana untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi di internal organisasi untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan.
TPNPB-OPM belum menetapkan waktu pasti untuk menggadili Egianus Kogoya.
Sebby Sambom menyatakan bahwa mereka merasa dikhianati oleh Kogoya setelah pembebasan pilot Susi Air tidak sesuai kesepakatan. Meskipun ada ketidakpercayaan, rincian mengenai proses pengadilan atau tindakan lebih lanjut terhadap Kogoya belum diumumkan secara resmi.
TPNPB-OPM kemungkinan akan mempertimbangkan langkah-langkah internal sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.*


