KITAINDONESIASATU.COM – Papeda merupakan makanan khas Indonesia Timur yang berbahan dasar sagu. Hidangan ini menyerupai bubur namun memiliki tekstur lebih kental dan lengket. Papeda banyak ditemukan di Papua, Maluku, hingga sebagian daerah Sulawesi sebagai makanan tradisional turun-temurun.
Biasanya papeda disajikan bersama ikan tuna atau mubara yang dibumbui kunyit. Warna putihnya yang khas serta teksturnya yang menyerupai lem menjadi ciri unik hidangan ini. Tak hanya lezat, papeda juga dikenal kaya serat, rendah kolesterol, dan penuh nutrisi penting bagi tubuh.
Jhon H, warga Maluku yang tinggal di Wamena, mengatakan bahwa sagu merupakan bahan pokok utama berbagai makanan tradisional Papua. Mulai dari sagu bakar, sagu lempeng, hingga sagu bola, semua memiliki tempat istimewa dalam tradisi kuliner masyarakat Papua.
Menurut data Wikipedia, dalam 100 gram sagu terkandung energi 209 kkal, protein 0,3 gram, karbohidrat 51,6 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 27 miligram, fosfor 13 miligram, dan zat besi 0,6 miligram. Tepung sagu juga mengandung Vitamin A 0 IU, Vitamin B1 0,01 miligram, dan Vitamin C 0 miligram.
“Berdasarkan kandungan tersebut, sagu bermanfaat sebagai sumber karbohidrat, membantu mencegah pengerasan pembuluh darah, mengatasi sakit ulu hati dan perut kembung. Dengan indeks glikemik rendah, sagu aman untuk penderita diabetes melitus,” ungkap Jhon, suatu ketika.
Ia menambahkan, tingginya kadar serat dalam sagu dapat bertindak sebagai prebiotik yang menjaga mikroflora usus, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko kanker usus maupun paru-paru, menekan risiko obesitas, dan memperlancar buang air besar.



