KITAINDONESIASATU.COM – Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah amalan yang dianjurkan, karena berisi pembacaan salawat dan penghayatan perjalanan hidup Rasulullah. Namun, Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari memberikan pesan tegas, yakni jangan sampai perayaan tersebut berubah menjadi ajang maksiat.
Dalam kitab At-Tanbihat wal Wajibat Liman Yashna’ul Maulid bil Munkarat, Kiai Hasyim menulis,
“Jika perayaan Maulid Nabi mengandung kemungkaran dan kemaksiatan yang nyata, maka wajib ditinggalkan dan haram dilaksanakan.”
Kiai Hasyim menekankan, Maulid seharusnya membawa manfaat, bukan mudarat. Perayaan yang diisi hiburan berlebihan, kemungkaran, atau merendahkan syiar Islam justru menjadi dosa besar dan bisa mengantarkan pelakunya kepada su’ul khatimah.
Bagi yang pernah terjerumus dalam perayaan Maulid yang tidak semestinya, bertaubatlah. Sebab, menurut Kiai Hasyim, jika perayaan dilakukan dengan niat meremehkan Rasulullah, maka itu termasuk perbuatan kufur.
Kiai Hasyim juga menegaskan, cara terbaik merayakan Maulid adalah dengan memperbanyak salawat, mengkaji sirah Nabi, bersedekah, dan menebar kebaikan. Itulah bentuk cinta sejati kepada Rasulullah SAW, bukan dengan perbuatan yang mendatangkan murka Allah. (*)




