KITAINDONESIASATU.COM – Dalam upacara di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat kehormatan kepada beberapa purnawirawan TNI, salah satunya adalah Letjen TNI (Purn.) Musa Bangun. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya yang luar biasa selama berkarier di dunia militer.
Musa Bangun merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang lahir di Desa Penampen, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 1959. Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1983 dari kecabangan Artileri Medan (Armed). Selama masa baktinya, Musa Bangun dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap negara.
Sepanjang karier militernya, Musa menduduki sejumlah jabatan strategis. Dia pernah menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Kostrad (1996-1997), Komandan Resor Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (2009-2010)
Setelahnya, Musa menjabat Inspektur Kostrad, Direktur Doktrin Kodiklatad (2012-2013), dan Danrem 131/Santiago (2013-2015). Pada 2015, Musa dipercaya menjadi Perwira Tinggi Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Hukum.
Pensiunan jenderal bintang tiga ini kemudian menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad hingga 2017, sebelum mengakhiri masa dinas militernya. Setelah pensiun, Musa terjun ke politik dan menduduki posisi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Selain itu, dia juga terjun ke dunia korporasi.
Pada 10 Juni 2025, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang merupakan bagian dari Holding BUMN Pertambangan MIND ID, Musa diangkat sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.
Pemberian pangkat kehormatan ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap kontribusi Musa Bangun dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Ia kini menjadi salah satu dari sedikit purnawirawan yang menerima penghargaan prestisius tersebut, mengukuhkan namanya sebagai salah satu patriot terbaik bangsa.

