KITAINDONESIASATU.COM – Jangan lewatkan hari Jumat begitu saja. Bagi umat Islam, hari Jumat adalah momen penuh kemuliaan dan keberkahan yang tidak dimiliki umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW. Allah SWT secara khusus memuliakan hari ini sebagai hadiah istimewa untuk umat akhir zaman.
Karena keutamaannya, kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan di hari Jumat. Salah satu yang paling dianjurkan adalah bersedekah, amalan mulia yang dicintai Allah SWT dan disebut berulang kali dalam Al-Qur’an.
Sedekah di hari Jumat bukan hanya bentuk ibadah kepada Allah, tapi juga wujud solidaritas dan cinta kasih terhadap sesama.
Satu amalan kecil, tapi pahalanya bisa melimpah.
Dilansir dari NU Online, ayat di Al-Qur’an tentang sedekah, di antaranya: الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Artinya: (“yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS Al-Baqarah: 3).
وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ، الَّذِينَ إِذا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلى مَا أَصابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلاةِ وَمِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ
Artinya: “Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami beri rezeki kepada mereka.” (QS Al-Hajj: 34-35).
Sementara hadits yang menyebut tentang sedekah antara lain:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى مِنْبَرِهِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى رَبِّكُمْ قَبْلَ أَنْ تَمُوتُوا وَبَادِرُوا إِلَيْهِ بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَصِلُوا الَّذِي بَيْنَهُ وَبَيْنكُمْ بِكَثْرَةِ ذِكْرِكُمْ وَبِكَثْرَةِ الصَّدَقَةِ فِي السِّرِّ، وَالْعَلَانِيَّةِ، تُؤْجَرُوا، وَتُنْصَرُوا، وَتُرْزَقُوا
Artinya: “Dari Jabir bin Abdillah berkata, Rasulullah bersabda saat beliau berada di atas mimbarnya, wahai manusia bertobatlah kalian kepada Tuhan kalian sebelum kalian mati. Bersegeralah kembali kepada-Nya dengan amal-amal saleh, sambunglah hubungan antara Tuhan dan kalian dengan memperbanyak zikir dan sedekah di saat sunyi dan ramai, maka kalian diganjar, ditolong dan diberi rizki.’’ (HR al-Kassi dalam kitab al-Muntakhab min Musnad Abd bin Humaid).
Secara spesifik tentang keutamaan bersedekah di hari Jumat, terdapat dalam bab “Hal-hal yang Diperintahkan di Hari dan Malam Jumat” dalam kitab al-Umm. Imam al-Syafi’i meriwayatkan hadits:
بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ
Artinya: ‘’Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar”. Nabi bersabda, “Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan” (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, halaman 239).
Itulah mengapa sedekah di hari Jumat begitu istimewa. Meski sejatinya sedekah bisa dilakukan kapan saja, namun jika dilakukan di waktu-waktu penuh keberkahan seperti hari Jumat, pahalanya bisa berlipat ganda. Manfaatnya bukan hanya untuk akhirat, tapi juga membawa ketenangan dan keberkahan hidup di dunia. (*)
