Ada pula yang menuding kejadian ini hanyalah konten yang dibuat-buat semata, mengingat aturan pengiriman yang berlaku sebenarnya cukup ketat.
Beberapa komentar juga membandingkan dengan kasus serupa yang pernah terjadi, yang dinilai berakhir dengan perlakuan tidak pantas terhadap hewan tersebut.
Selain itu, banyak yang mempertimbangkan hal-hal praktis, seperti bagaimana jika hewan tersebut membuang kotoran selama perjalanan, atau risiko bulu rontok yang bisa menimbulkan rasa sakit jika ada label yang ditempelkan langsung di tubuhnya.
Sebagian warganet juga menganggap pengirim hanya ingin mencari perhatian, padahal hewan tersebut seharusnya bisa diadopsi saja di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Rangkuman Komentar Warganet:
–Kalo kukasih ranjau dalam karungnya bubuhannya nih.
–Jika benar, cara ini berpotensi melanggar kesejahteraan hewan yang diatur dalam UU Peternakan Indonesia.
