ViralBerita Utama

Video AI ‘Hari Pertama di Neraka’ Bikin Geger, Tuai Banyak Kecaman

×

Video AI ‘Hari Pertama di Neraka’ Bikin Geger, Tuai Banyak Kecaman

Sebarkan artikel ini
hari pertama di neraka
Video AI hari pertama di neraka bikin geger. (Instagram ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Tengah viral di media sosial video kecerdasan buatan atau AI dengan ucapan karakternya ‘ hari pertama di neraka ‘.

Video buatan kecerdasan buatan AI ‘hari pertama di neraka ‘ ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama.

Sebuah video ‘ hari pertama di neraka ‘ yang sepenuhnya dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah memicu gelombang kecaman luas di internet, baik dari kalangan netizen maupun pemuka agama.

Video kontroversial ini menggambarkan seseorang yang tampak bahagia dan ceria berada di dalam neraka, sebuah penggambaran yang sangat bertentangan dengan ajaran agama dan kepercayaan umum tentang konsekuensi perbuatan dosa.

Rangkaian video, yang diberi judul provokatif “Hari Pertama di Neraka”, telah menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial di Indonesia dan Malaysia, menimbulkan perdebatan sengit dan reaksi negatif.

Siapa Pembuat Prompt Video AI Hari Pertama di Neraka?

Identitas pembuat prompt (perintah masukan) untuk video ini masih belum diketahui.

Kuat dugaan bahwa kreatornya berasal dari Indonesia. Spekulasi juga muncul bahwa video ini mungkin menggunakan teknologi AI terbaru dari Google, Veo, yang mampu menghasilkan video berkualitas tinggi dari deskripsi teks.

Video-video tersebut menampilkan kondisi yang diinterpretasikan sebagai neraka, didominasi oleh warna merah api yang menyala-nyala dan kolam-kolam lava yang mendidih.

Yang paling mengejutkan adalah penggambaran orang-orang di dalamnya yang terlihat ceria, bahkan berendam santai di dalam lahar yang mendidih.

“Hari pertama di neraka guys, bareng teman lama gw, ternyata masuk neraka juga,” ujar salah satu karakter dalam video, dengan nada yang seolah-olah sedang menikmati liburan.

Konten video ini dianggap banyak pihak sebagai penghinaan terhadap keyakinan agama dan nilai-nilai spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *