Lonjakan pertumbuhan paling signifikan terjadi ketika ia berusia awal 20-an.
Dalam waktu singkat setelah menyelesaikan kuliah, berat payudaranya meningkat tajam hingga menekan dada dan membuatnya kesulitan bernapas.
Dokter menyebut jaringan payudaranya bereaksi berlebihan terhadap hormon perempuan.
Beban tersebut menyebabkan nyeri punggung kronis dan kelengkungan tulang belakang. Bahkan, Roberts baru-baru ini harus menjalani tindakan ortopedi akibat tekanan berkepanjangan.
Untuk beraktivitas sehari-hari, ia membutuhkan pakaian penyangga medis khusus, sementara harga bra yang sesuai bisa mencapai ratusan pound.
Meski demikian, upaya Roberts untuk mendapatkan operasi pengecilan payudara selalu menemui jalan buntu. Enam kali permohonan medisnya ditolak dengan alasan risiko pertumbuhan ulang jaringan setelah operasi.
