Teriakan “Reformasi!” dan berbagai caci maki keras menggema di seluruh penjuru Auditorium GIK.
Mereka kecewa berat karena di tengah himpitan masalah ekonomi yang mencekik dan sengketa hak atas tanah yang tak kunjung usai, para eks-aktivis yang dulu berteriak melawan tirani kini justru dianggap menjadi bagian dari masalah.
Situasi sempat memanas dan memicu perkelahian kecil saat pihak keamanan berupaya mengevakuasi para pejabat dari forum.
Namun, kehebatan aparat dan mahasiswa yang tetap terukur membuat tidak ada satu pun pihak yang ditangkap.
Insiden tanpa penangkapan ini justru menjadi simbol betapa dalamnya frustrasi generasi muda terhadap pemerintah yang baru saja menginjak bulan keenam ini.
Fakta ini membuktikan bahwa label “Pengkhianat Reformasi” yang disematkan kepada Budiman Sudjatmiko bukanlah sekadar caci maki kosong, melainkan refleksi dari kekecewaan sistemik yang meluas.
Aksi Mahasiswa UGM ini akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu momen paling menohok bagi pemerintahan Prabowo.


