UMKM

Mengapa UMKM di Indonesia Sulit ‘Naik Kelas’ atau Berkembang? Ini Beberapa Penyebabnya

×

Mengapa UMKM di Indonesia Sulit ‘Naik Kelas’ atau Berkembang? Ini Beberapa Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
UMKM
Ilustrasi pelaku UMKM. (Pixabay)

Kalaupun saat ini banyak tersedia akses ke lembaga pembiayaan seperti lewat pinjaman online (pinjol) yang lebih mudah dalam persyaratan, tetapi cicilan atau beban bunganya jauh lebih tinggi. Sehingga tak sedikit debitur yang malah terlilit utang.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan secara konsisten dari pemerintah terutama melalui bank-bank ‘plat merah’ dalam naungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk terus mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM.

Memang selama ini sudah ada beberapa program pendukungan akses kredit bagi UMKM seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan syarat dan tingkat bunga yang relatif lebih rendah, namun kenyataannya masih banyak pelaku UMKM yang belum tersentuh. Hal ini harus menjadi perhatian dan “PR” dari pemerintah.

Mudahkan Akses Pembiayaan

Terkait kondisi itu, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki juga mengakui bahwa masih banyak UMKM yang terkendala masalah agunan ketika akses kredit ke perbankan.

Oleh karena itu, kalangan perbankan terutama bagi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar memudahkan para pelaku UMKM untuk akses pembiayaan.

MenKopUKM mengakui, mudahnya akses pembiayaan menjadi salah satu upaya agar UMKM memperkuat modal kerja. Sehingga diharapkan pada gilirannya UMKM bisa ‘naik kelas”. Usaha mikro menjadi usaha kecil, usaha kecil menjadi usaha menengah, dan seterusnya.

Dengan demikian, perbankan perlu lebih proaktif dalam mendukung UMKM dalam akses kredit. Di antaranya tidak hanya melalui pendekatan syarat agunan, namun dengan pendekatan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *