KITAINDONESIASATU.COM – Kontroversi menjelang Piala Dunia kembali mencuat setelah sejumlah anggota delegasi Iran mengalami kesulitan mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat. Di tengah persiapan menghadapi laga-laga krusial fase grup, hanya sebagian kecil delegasi yang berhasil memenangkan banding atas penolakan visa mereka.
Dari total 15 anggota delegasi Iran yang sebelumnya ditolak masuk ke Amerika Serikat, hanya empat orang yang akhirnya berhasil memperoleh visa setelah mengajukan banding. Sementara itu, nasib 11 anggota delegasi lainnya masih menggantung, bahkan sebagian kembali menerima penolakan dari otoritas AS.
Laporan media menyebutkan, Iran sempat memindahkan markas persiapan tim ke Meksiko sebagai bagian dari upaya mempermudah proses administrasi. Dari 10 permohonan visa baru yang diajukan, hanya empat yang berujung persetujuan.
Mereka yang berhasil mendapatkan lampu hijau untuk masuk ke Amerika Serikat antara lain seorang analis tim teknis dan dua staf dari departemen internasional federasi sepak bola Iran. Keputusan tersebut menjadi secercah harapan di tengah ketidakpastian yang masih membayangi delegasi lainnya.
Namun, kabar buruk datang bagi sejumlah petinggi sepak bola Iran. Enam pemohon kembali ditolak, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj, salah satu wakil presiden federasi, dua manajer tim yang menangani operasional harian, seorang petugas media, serta seorang petugas keamanan.
Situasi ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi Iran yang tengah bersiap menghadapi persaingan ketat di Piala Dunia. Tim berjuluk Team Melli itu dijadwalkan membuka perjuangan mereka dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni, sebelum bertemu Belgia pada 21 Juni di Inglewood, California.
Setelah itu, Iran akan menjalani laga penting lainnya melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Dengan jadwal yang semakin dekat, persoalan visa masih menjadi bayang-bayang yang berpotensi mengganggu fokus dan persiapan tim.
Piala Dunia sendiri akan berlangsung hingga 19 Juli mendatang, namun drama di luar lapangan yang melibatkan delegasi Iran kini menjadi sorotan besar dan menambah panas atmosfer turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. (*)

