Berita UtamaSepakbola

Jepang Tak Hanya Kekuatan Asia, Hari ini Melawan Belanda Akan Membuktikan Mereka Kekuatan Dunia

×

Jepang Tak Hanya Kekuatan Asia, Hari ini Melawan Belanda Akan Membuktikan Mereka Kekuatan Dunia

Sebarkan artikel ini
bajo 1
Ilustrasi Skuad Jepang pada dini hari nanti akan menghadapi Belanda di laga perdana Piala Dunia 2026. foto: x@eurofoot

KITAINDONESIASATU.COM – Timnas Jepang diakui merupakan kekuatan sepak bola nomor satu di Asia, namun itu bukan hanya lagi tujuan utama mereka, namun memiliki keinginan yang lebih besar lagi.

Memulai kampanye Piala Dunia 2026 ini mereka dengan pertandingan pembuka melawan Belanda, sekaligus membawa ambisi untuk untuk mematahkan kutukan babak 16 besar dan menantang tatanan sepak bola dunia.

Ambisi ini bukan ambisi pribadi negara yang dikenal sangat disiplin ini, namun kemungkinan juga dihantui masa lalu dan hutang kepada para tetangga mereka.

Jika menilik sejarah, Jepang selalu menyimpan rasa harga diri yang terluka jika dibandingkan dengan Korea Selatan pada masa kejayaannya kala itu.

Pada Piala Dunia 2002 di kandang sendiri, sementara tetangga mereka langsung melaju ke semifinal, Jepang tersingkir lebih awal oleh Turki di babak 16 besar, sejak saat itu, babak 16 besar telah menjadi rintangan yang tak tertaklukkan bagi tim tersebut.

Dari kekalahan adu penalti melawan Paraguay pada tahun 2010, hingga kebangkitan pahit Belgia pada tahun 2018, dan kekalahan mereka dari Kroasia pada tahun 2022,

Samurai Biru selalu tersandung tepat pada momen-momen krusial tersebut, namun pada tahun 2026, segalanya tampak sangat berbeda di masa Moriyasu Timnas Jepang memiliki stabilitas dan kedalaman permainan yang luar biasa, ini perlu pembuktian untuk momentum ini.

Hajime Moriyasu saat ini merupakan pelatih dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah sepak bola Jepang yang melatih tim ini sejak 2018.

Di bawah kepemimpinannya, Jepang tidak hanya mendominasi Asia dengan hasil kualifikasi yang mengesankan, tetapi juga menorehkan prestasi dengan kemenangan melawan raksasa seperti Inggris dan Brasil dalam pertandingan persahabatan.

Hasil-hasil ini sekaligus membuktikan telah menumbuhkan keyakinan kuat bahwa Jepang bukan hanya sekadar tim yang tampil untuk pamer.

Tantangan terbesar Moriyasu di turnamen ini adalah gelombang cedera, absennya kapten Wataru Endo , pemain sayap bintang Kaoru Mitoma, dan striker Takumi Minamino merupakan kerugian yang tak terukur.

Namun, yang mengejutkan, absennya mereka tidak lagi dianggap sebagai akhir dari harapan Jepang, mereka masih menyimpan kekuatan lain yang tak terduga.

Skuad saat ini memiliki kedalaman yang luar biasa, tanpa Mitoma, Keito Nakamura siap bersinar di sayap kiri, bahka tanpa Minamino, Takefusa Kubo – yang kini berusia 25 tahun dan merupakan pemain kunci Real Sociedad – akan tampil sebagai pengatur serangan.

Di posisi penyerang tengah, Ayase Ueda (Feyenoord) berada di puncak kariernya, didukung oleh pemain berkualitas seperti Daizen Maeda dan Junya Ito.

Grup Jepang sama sekali tidak mudah, meskipun dilanda cedera, Belanda masih memiliki lini serang yang beragam dengan pemain seperti Memphis Depay dan Wout Weghorst.

Di sisi lain Swedia sedang mengalami kebangkitan di bawah asuhan Graham Potter, sementara Tunisia tetap menjadi lawan yang tangguh dengan gaya permainan pragmatis mereka.

Meskipun demikian, kapten Endo tetap percaya diri, menetapkan perempat final timnya sebagai tujuan pertamanya.

Pada tahun 1992, Jepang mengumumkan rencana peringatan seratus tahun yang bertujuan untuk memenangkan Piala Dunia pada tahun 2092.

Mereka kemudian memperpendek jangka waktu tersebut menjadi tahun 2050, apa yang ditunjukkan Jepang melawan tim-tim besar menunjukkan bahwa mereka tidak hanya membuat janji kosong.

Pertandingan melawan Belanda dinihari nanti pukul 03:00 WIB akan memberikan jawaban yang lebih jelas atas ambisi tersebut. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *