KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih Timnas Uzbekistan, Fabio Cannavaro, akhirnya angkat bicara setelah tim asuhannya harus angkat koper dari Piala Dunia 2026 usai takluk 1-3 dari RD Kongo pada laga penentuan Grup K di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (28/6) WIB.
Legenda sepak bola Italia itu mengaku sejak awal telah memperingatkan para pemain bahwa Piala Dunia merupakan ajang yang sangat keras dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi tim untuk melakukan kesalahan.
“Saya sudah mengatakan kepada mereka sejak awal bahwa Piala Dunia itu kejam,” ujar Cannavaro seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Menurut mantan kapten timnas Italia tersebut, setiap kesalahan kecil di turnamen sekelas Piala Dunia bisa berujung pada hasil yang sangat menentukan. Hal itulah yang akhirnya menjadi pelajaran paling berharga bagi Uzbekistan dalam penampilan perdana mereka di panggung sepak bola terbesar dunia.
Cannavaro mengungkapkan, timnya kehilangan momentum setelah gagal mengantisipasi perubahan strategi yang diterapkan RD Kongo pada babak kedua. Kondisi itu membuat Uzbekistan kehilangan kendali permainan hingga akhirnya harus kebobolan tiga gol beruntun.
Meski gagal melaju ke babak 32 besar, Cannavaro tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain yang telah berjuang habis-habisan sepanjang pertandingan. Ia mengaku merasakan kekecewaan yang sama seperti para pemain, namun meminta seluruh skuad tidak larut dalam kegagalan.
Pelatih berusia 52 tahun itu berharap pengalaman tampil di Piala Dunia menjadi modal penting untuk membangun mental dan kualitas tim di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa perkembangan sepak bola Uzbekistan harus terus dipercepat melalui pembinaan usia muda serta penguatan akademi agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dunia.
Dalam pertandingan tersebut, Uzbekistan sebenarnya sempat membuat kejutan ketika Eldor Shomurodov mencetak gol cepat pada menit ke-10 dan membawa Oq Bo’rilar atau Serigala Putih unggul hingga turun minum.
Namun segalanya berubah drastis di babak kedua. RD Kongo tampil menggila dengan membalikkan keadaan lewat dua gol Yoane Wissa dan satu gol tambahan dari Fiston Mayele yang memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengubur mimpi Uzbekistan melangkah ke fase gugur.
Hasil ini membuat Uzbekistan menutup perjalanan mereka di fase grup tanpa meraih satu poin pun setelah sebelumnya juga menelan kekalahan dari Kolombia dan Portugal. Sementara itu, RD Kongo sukses merebut tiket ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sedangkan Kolombia dan Portugal finis sebagai juara dan runner-up Grup K. (*)
