Berita UtamaSepakbola

Wakil Asia Berguguran Tinggal Jepang dan Australia Terbaru Iran yang didzolimi Tuan Rumah Tersingkir

×

Wakil Asia Berguguran Tinggal Jepang dan Australia Terbaru Iran yang didzolimi Tuan Rumah Tersingkir

Sebarkan artikel ini
bajo 38
Timnas Iran yang disia-siakan tuan rumah AS akhirnya gagal masuk 32 besar Piala Dunia 2026

KITAINDONESIASATU.COM – Setelah laga kualifikasi grup Piala Dunia 2026, kini telah memasuki Babak 32 Piala Dunia 2026 yang sudah dijadwalkan penayangan pertandingannya, Minggu (28/6/2026).

Dalam laga ini tim dari Benua Asia sepertinya tidak bisa berbuat banyak di Piala Dunia yang kini tengah berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Hingga memasuki babak 32 besar Piala Dunia 2026 tim Asia yang berjumlah 9 tim yang lolos ke babak 32 besar hanya tingga dua tim saja yakni Australia dan Jepang, menyusul gagalnya Iran setelah pertandingan Grup J antara Aljazair vs Austria dengan hasil imbang 3-3.

Kini yang jadi wakil Asia di Piala Dunia hanya Jepang dan Australia yang sudah memastikan lolos ke babak 32 Besar yang menggunakan sistem gugur, kalah langsung tersingkir.

Dalam laga babak 32 besar Piala Dunia Nanti Jepang akan bertemu Brasil pada Selasa, 30 Juni 2026 dan Australia akan bertemu Spanyol Jumat, 3 Juli 2026.

Terlepas itu semua satu wakil Asia lainnya yang diharapkan adalah Iran, namun akhirnya gagal diakhir penentuan juara tiga terbaik.

Di sisi lain Timnas Iran dalam perjalanan laga sangat memprihatinkan karena diperlakukan tidak adil dalam keberadaannya di laga babak kulaifikasi grup Piala Dunia.

“Tim Iran sangat didzolimi oleh tuan rumah AS, masih harus menunggu pertandingan di grup lain, Iran berada di urutan ke-8 (urutan terakhir) dari 8 tim peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke babak 32 besar,” ujar seorang pengamat sepakbola Surabaya, Mulyono kepada kitaindonesiasatu.com, Minggu (28/6/2026).

Dikatakan oleh Mulyono jika Iran sendiri selama ini diperlakukan sangat tidak adil oleh tuan rumah AS. Iran yang negaranya diserbu dan diperangi oleh AS, tidak boleh menginap di AS.

Setiap selesai pertandingan, Iran ‘diusir’ oleh Imigrasi AS, jadi, di saat tim lain bisa leyeh-leyeh di hotel tempat menginap di AS, Iran justru harus segera terbang ke Tijuana, Meksiko.

Ibaratnya, keringat belum kering sudah harus harus segera hengkang dari AS dan meninggalkan lokasi pertandingan, ini tentu akan mengganggu performa tim.

FIFA organisasi sepakbola dunia, sama sekali tidak berani melawan perlakuan tidak adil AS ini, padahal, FIFA sebelumnya dikenal sangat garang jika aturannya dilanggar.

Tentu perlakuan AS ini sangat mempengaruhi masa recovery (pemulihan kebugaran) pemain Iran. Sulit bagi pemain Iran bisa tampil dengan kondisi fit 100 persen.

Tidak itu saja, 15 ofisial orang penting tim Iran juga dilarang masuk AS, sehingga Iran banyak mengalami kendala teknis maupun nonteknis saat menjalani pertandingan menjadi tidak sempurna.

Iran sendiri sudah menyelesaikan 3 pertandingan di Grup G, dari tiga pertandingan itu, Iran tidak pernah kalah dan juga tidak pernah menang, alias imbang terus, dengan poin 3.

Sementara itu, enam negara wakil Asia lainnya, Korsel, Uzbekistan, Qatar, Arab Saudi, Irak, dan Jordania sudah dipastikan tersingkir. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *