KITAINDONESIASATU.COM – Jude Bellingham kembali menjadi pahlawan Timnas Inggris setelah mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-1 atas Norwegia sekaligus mengantar The Three Lions melaju ke semifinal Piala Dunia 2026. Penampilan gemilang sang gelandang pun menuai pujian dari para suporter Inggris.
Usai pertandingan di Stadion Miami, Amerika Serikat, Sabtu (11/7) waktu setempat, suporter Inggris bernama Jamie menyebut Bellingham sebagai pemain yang luar biasa dan sulit dipercaya karena konsisten tampil menentukan di laga-laga penting.
Menurutnya, bukan hanya Bellingham, seluruh skuad Inggris juga menunjukkan performa berkualitas hingga mampu mengamankan tiket ke empat besar.
Pujian serupa disampaikan suporter lainnya, Karo, yang menilai Bellingham kembali menjadi penyelamat Inggris di momen krusial.
“Dia luar biasa. Dia melakukannya lagi untuk kami,” ujar Karo.
Performa Bellingham memang tengah berada di puncaknya sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026. Pada babak 16 besar melawan Meksiko, pemain berusia 23 tahun itu juga mencetak dua gol untuk membawa Inggris menang 3-2.
Penampilan impresif tersebut berlanjut di perempat final saat menghadapi Norwegia. Dua gol kembali dicetak Bellingham untuk memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengantar Inggris menantang Argentina di semifinal.
Dengan tambahan dua gol itu, Bellingham kini mengoleksi enam gol sepanjang turnamen dan menempati posisi keempat dalam daftar sementara top skor Piala Dunia 2026. Ia hanya berada di bawah Kylian Mbappe dan Lionel Messi yang sama-sama mengemas delapan gol, serta Erling Haaland dengan tujuh gol.
Jumlah gol Bellingham juga kini menyamai koleksi kapten Inggris, Harry Kane.
Aksi gemilang Bellingham mendapat apresiasi spesial dari ribuan pendukung Inggris yang memenuhi stadion. Seusai laga, mereka kompak menyanyikan lagu legendaris Hey Jude milik The Beatles sebagai bentuk penghormatan kepada sang bintang muda.
Selanjutnya, Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Rabu (15/7). Bellingham kembali diharapkan menjadi pembeda demi membawa Inggris selangkah lebih dekat meraih gelar juara dunia kedua sejak 1966. (*)






