Di tengah polemik tersebut, FFI menyatakan agenda strategis federasi tetap berjalan, terutama pembinaan tim nasional, pengembangan kompetisi, serta penguatan ekosistem futsal nasional dan daerah.
FFI juga berencana menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Budi. Dengan demikian, persoalan ini tidak hanya menyangkut pergantian pengurus, tetapi juga menjadi ujian transparansi, komunikasi, dan tata kelola organisasi futsal Indonesia.(*)






