Kemenangan telak atas Persema Malang 7-1 dan keberhasilan tundukkan Persija 3-1 menjadi sorotan utama perjalanan mereka.
Kompetisi Perserikatan 1986 (Jakarta)
Setelah dua kali gagal di partai puncak pada 1983 dan 1985, Persib akhirnya juara lagi pada 1986.
Di Stadion Utama Senayan, mereka mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 lewat gol Djadjang Nurdjaman.
Lolos ke babak puncak berkat kemenangan besar 6-0 atas Perseman di babak sebelumnya, pelatih Nandar Iskandar menurunkan susunan pemain legendaris seperti Sobur, Adeng Hudaya, Robby Darwis, dan Suhendar.
Kompetisi Perserikatan 1989/1990 (Jakarta)
Era regenerasi berjalan mulus dan membawa hasil manis. Persib menjuarai Perserikatan lagi usai kalahkan Persebaya 2-0 di final. Gol lahir dari bunuh diri Subangkit dan tendangan Dede Rosadi.
Di bawah arahan Ade Dana, tim ini menyingkirkan PSM Makassar di babak semifinal sebelum akhirnya merayakan gelar di Jakarta.
Kompetisi Perserikatan 1993/1994 (Jakarta)
Ini menjadi penutup manis era amatir Perserikatan. Persib sukses bawa pulang Piala Presiden usai taklukan PSM Makassar 2-0.

