KITAINDONESIASATU.COM – Mega bintang Mohamed Salah melontarkan kritik pedas yang mengguncang publik sepak bola Inggris. Tepat jelang laga perpisahannya bersama Liverpool, Salah menilai The Reds telah kehilangan identitas permainan yang selama ini ditakuti lawan.
Dalam unggahan emosional di Instagram pada Minggu (17/5), penyerang asal Mesir itu menegaskan Liverpool harus kembali memainkan sepak bola “heavy metal” yang identik dengan agresivitas dan mental juara.
“Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim dengan permainan heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali memenangkan banyak trofi,” tulis Salah.
Pernyataan keras itu muncul setelah Liverpool tumbang 2-4 dari Aston Villa pada Sabtu (16/5). Kekalahan tersebut membuat posisi The Reds berada di ujung tanduk dalam perebutan tiket Liga Champions.
Kini Liverpool wajib mengalahkan Brentford pada laga pamungkas Liga Inggris di Anfield demi mengamankan posisi lima besar sekaligus tiket terakhir ke Liga Champions musim depan.
Pertandingan kontra Brentford juga dipastikan menjadi laga terakhir Salah bersama Liverpool setelah sang bintang memutuskan hengkang dari Anfield.
Situasi internal klub disebut semakin panas karena Salah sebelumnya juga sempat berselisih dengan pelatih kepala Arne Slot serta jajaran manajemen Liverpool.
Dalam unggahannya, pemain berusia 33 tahun itu secara tersirat mempertanyakan pendekatan sang pelatih terhadap tim musim ini.
“Saya telah menyaksikan klub ini bertransformasi dari kumpulan peragu menjadi mereka yang percaya, dan dari yang percaya menjadi juara,” tulis Salah.
Ia juga mengaku sangat kecewa melihat Liverpool terus terpuruk dan menelan kekalahan demi kekalahan sepanjang musim.
“Runtuhnya kami musim ini sangat menyakitkan dan tidak pantas didapatkan para penggemar,” lanjutnya.
Salah kemudian memberikan peringatan keras bahwa standar tinggi di Liverpool tidak boleh ditawar hanya dengan kemenangan sesaat.
“Memenangkan satu atau dua pertandingan bukan tujuan utama Liverpool. Semua tim bisa menang pertandingan,” katanya.
Meski akan pergi, Salah memastikan dirinya tetap akan memberikan segalanya hingga detik terakhir demi membawa Liverpool lolos ke Liga Champions. Baginya, tiket ke kompetisi elite Eropa itu adalah syarat minimal yang wajib diraih klub sebesar Liverpool. (*)


