KITAINDONESIASATU.COM – Sebagai klub legendaris dan klub kebanggaan arek-arek Suroboyo, Persebaya terus melakukan pembinaan terhadap klub usia muda seperti Persebaya U-13, U-15 dan U-17.
Tiga tim klub muda Persebaya ini kembali menorehkan keberhasilannya dalam kejuaraan Piala Soeratin Zona Jawa Timur, oleh karena itu mereka yang berprestasi mendapat kesempatan menonton secara gratis penampilan seniornya saat menghadapi Garudayaksa FC, Sabtu (19/9/2026).
Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah, menyampaikan penghargaan atas perjuangan seluruh elemen yang terlibat dalam perjalanan para junior Persebaya ini.
Persebaya patut berbangga karena mereka meraih tiga gelar sekaligus mencatatkan kemenangan hattrick juara bagi Persebaya, sekaligus untuk pertama kaliga Green Foce muda berhasil menyapu bersih profi Piala Soeratin Jawa Timur untuk kelompok usia dalam setahun.
Dengan demikian kelompok U-13,U-15 dan U-17 berhak mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional, ini menjadi tanggungjawab dan tantangan baru kembali berjuang di level nasional.
Saleh Hanifah mengatakan PT Persebaya Indonesia juga luar biasa yang sudah menggelar kompetisi internal secara berkala dan terus menerus hingga membentuk karakter permainan para junior dalam bertanding di luar kandang.
Tentu saja dari kompetisi internal tersebut dilakukan seleksi untuk mencari pemain yang potensial, yang masuk seleksi akan memperkuat tim Piala Soeratin 2026 dan pemain yang terus berkembang akan melanjutkan perjalanan ke Elite Pro Academy (EPA) sebelum nanti akan berkembang masuk tim profesional.
Persebaya mempersiapkan jalur khusus bagi junior yang potensial dan terus berlanjut dari tim Piala Soeratin hingga berkembang di EPA dan memiliki kesempatan di jalur pemain profesional.
Ini menjadi bangian penting Persebaya menjaga kesinambungan pembinaan muda, mereka memiliki tantangan masing-masing seluruhnya diarahkan menuju tujuan sama mencetak pemain profesional.
Bagi Persebaya tiga trofi yang didapatkan menjadi gambaran dari proses panjang yang terus dibangun Persebaya, prestasi di lapangan berjalan beriringan dengan pembinaan yang dimulai dari kompetisi internal terus berlanjut ke profesional. **





