Sepakbola

Laga Semifinal Jatim vs Aceh, apa Juga akan Dikerjai Wasit

×

Laga Semifinal Jatim vs Aceh, apa Juga akan Dikerjai Wasit

Sebarkan artikel ini
sulteng
Wasit Eko Agus Sugiharto saat memimpun laga antara Aceh vs Sulawesi Tengah. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Pertandingan antara Kesebelasan Aceh vs Sulteng ricuh, terjadi di arena multi even Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, Sabtu (14/9/2024).

Dalam ajang itu diikuti atlet-atlet terbaik dari 34 Provinsi di tanah air, yang kini mendapat perhatian dari pengamat sepakbola Jawa Timur, Mulyono.

Mulyono mengatakan laga itu sepertinya, ada misi untuk meloloskan kesebelasan Aceh sebagai tuan rumah, untuk lolos ke semifinal, sehingga Kesebelasan Sulteng harus disingkirkan.

“Karena itu, apapun yang terjadi di lapangan, kesebelasan Aceh harus dilindungi dan dibela mati-matian oleh perangkat pertandingan, terutama wasit,” ujar mantan redaktur senior deks olahraga Harian Surya Surabaya ini.

Dikatakan Mulyono, wasit sangat berat sebelah, sangat memihak Aceh.

“Wasit dengan mudah mencabut kartu merah untuk pemain Sulteng, padahal pelanggarannya tidak berat,” jelasnya.

Wasit juga tak segan menghukum penalti Sulteng, padahal tidk ada pelanggaran tatkala pemain Sulteng merebut bola dari pemain Aceh di kotak penalti.

“Mungkin ‘sudah paham’ timnya dikerjai wasit, salah seorang pemain Sulteng akhirnya emosinya meluap dan melayangkan bogem mentah ke wasit, dan membuat sang wasit langsung pingsan.”

Pukulan sang pemain itu seperti pukulan yang sering kita saksikan di pertarungan bebas MMA atau UFC, tepat mengenai dagu atau rahang sang wasit.

Perlu pertolongan medis dengan ambulansnya untuk membuat wasit sadar kembali.

“Apakah pemain yang memukul wasit ini salah? Ya jelas salah! Apapun emosinya, tak boleh pemain ‘menyentuh’ apalagi memukul wasit. Pemain ini wajib dihukum,” tandas Mulyono.

Namun, wasit juga perlu koreksi diri, justru wasit juga punya andil kesalahan besar di pertandingan yang ricuh ini.

Ia tidak menegakkan aturan pertandingan karena diduga sudah diremot kontrol untuk memenangkan tuan rumah.

“Wasit juga harus dihukum sangat berat agar punya efek jerah (kapok).”

Setelah diuntungkan wasit, kesebelasan Aceh akhirnya lolos ke semifinal, karena Sulteng tak mau melanjutkan pertandingan di tambahan waktu 2×15 karena pemainnya tinggal 9 pemain akibat hukuman kartu merah.

Dan, di semifinal, kesebelasan Aceh akan jumpa kesebelasan Jatim yang lolos ke semifinal setelah menaklukkan tim NTT 1-0.

“Akankah tim Jatim juga ‘dikerjai’ wasit saat lawan tuan rumah Aceh?,” tanya Mulyono menanggapi laga ini.

Semoga pertandingan ricuh dan sangat memalukan antara Aceh vs Sulteng bisa jadi instrospeksi panitia PON, agar tidak terulang lagi.

“Namun jika tetap terulang ribut lagi akibat dipicu kepemimpinan wasit, berarti panitia PON memang tidak ada niat untuk menegakkan ‘fair play’,” kritiknya.

Mereka benar-benar menggunakan segala cara demi sekeping medali.

Seperti kita ketahui dalam laga itu wasit Eko Agus Sugiharto memimpun laga antara Aceh vs Sulawesi Tengah (Sulteng). **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *