Sepakbola

Mo Salah Akui Belakangan Sering Menangis, Perpisahan dengan Liverpool FC Jadi Penyebab

×

Mo Salah Akui Belakangan Sering Menangis, Perpisahan dengan Liverpool FC Jadi Penyebab

Sebarkan artikel ini
mo salah
Mohamed Salah. Liverpoolfoto:x@mosalah

KITAINDONESIASATU.COM – Tangis Mohamed Salah pecah. Usai sembilan tahun membela Liverpool FC, sang megabintang asal Mesir itu mengaku tak kuasa menahan air mata setelah memainkan laga perpisahan emosional di Anfield kontra Brentford FC yang berakhir imbang 1-1.

“Saya sering menangis, mungkin lebih sering dari biasanya. Sangat sulit meninggalkan tempat seperti ini,” ujar Salah dengan suara bergetar usai pertandingan terakhirnya bersama The Reds.

Meski gagal menutup musim dengan trofi, Salah tetap mencatat sejarah gila. Assist manisnya untuk Curtis Jones membuat dirinya melewati rekor legenda hidup Steven Gerrard sebagai pemilik assist terbanyak Liverpool di Liga Inggris. Salah kini mengoleksi 93 assist, unggul satu angka dari Gerrard yang mencatat 92 assist.

Namun di balik rekor fantastis itu, tersimpan luka mendalam. Performa Salah musim ini disebut menurun drastis setelah hanya mencetak 12 gol dan 10 assist di semua kompetisi.

“Saya sebenarnya bukan orang yang emosional. Kalian selalu melihat saya tegar dan agresif, tapi di dalam diri saya, saya seperti bayi,” kata pemain asal Mesir tersebut sambil menahan haru.

Sejak bergabung pada 2017, Salah menjelma menjadi ikon besar Liverpool. Dalam 442 pertandingan, ia sukses mencetak 257 gol dan 123 assist — angka monster yang membawa Liverpool meraih sembilan trofi bergengsi, termasuk dua gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions.

Tak cuma itu, Salah juga memborong penghargaan individu bergengsi, dua kali Pemain Terbaik Afrika, dua kali Pemain Terbaik Liga Inggris, empat kali top skor Premier League, hingga meraih FIFA Puskas Award.

“Kami telah mengembalikan Liverpool ke tempat yang seharusnya,” kata Salah penuh kebanggaan.

Di akhir perpisahannya, pemain 33 tahun itu memberikan pesan menyentuh kepada para pemain Liverpool agar terus berjuang habis-habisan demi kejayaan klub. Menurutnya, cinta fans bukan hanya datang dari bakat, tetapi dari pengorbanan total di atas lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *