KITAINDONESIASATU.COM – Klub tradisional Inggris, Wolverhampton Wanderers, akhirnya harus menelan pil pahit setelah resmi terdegradasi dari Liga Inggris musim 2025/2026. Namun di tengah keterpurukan, janji kebangkitan langsung digaungkan manajemen.
Interim Executive Chairman Wolves, Nathan Shi, blak-blakan mengakui timnya butuh perubahan besar-besaran. Ia menegaskan fokus utama kini adalah memperkuat skuad, membangun momentum baru, dan menciptakan tim yang kembali dipercaya oleh para suporter setia.
“Kami tahu apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki,” ujar Shi dengan nada optimistis, meski tak menampik bahwa degradasi ke EFL Championship adalah pukulan telak bagi klub.
Shi bahkan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada fans yang kecewa berat. Ia mengakui dukungan luar biasa selama ini belum terbayar dengan performa di lapangan.
“Kalian pantas mendapat lebih baik,” ucapnya.
Kepastian pahit itu datang setelah West Ham United menahan imbang Crystal Palace 0-0 pada pekan ke-33. Hasil tersebut membuat Wolves tak lagi punya peluang bertahan di kasta tertinggi.
Dengan koleksi hanya 17 poin dan performa mengenaskan—cuma 3 kemenangan sepanjang musim—Wolves bahkan tak mampu mengejar jarak poin dari pesaing terdekatnya.
Meski begitu, turun ke Championship bukan hal baru bagi Wolves. Klub ini sudah 50 musim merasakan kerasnya kompetisi kasta kedua, termasuk periode 2014–2018 sebelum akhirnya promosi dan bertahan cukup lama di Liga Inggris hingga 2026. (*)

