KITAINDONESIASATU.COM – Isu perlakuan tak merata terhadap atlet di Indonesia kembali jadi sorotan usai Timnas sepak bola menerima hadiah jam tangan mewah, Rolex dari Presiden Prabowo Subianto. Momen ini memicu perdebatan soal keadilan dalam penghargaan antar cabang olahraga.
Mantan atlet wushu nasional, Lindswell Kwok, angkat suara lewat Instagram Story miliknya. Ia menyuarakan kegelisahan terhadap ketimpangan fasilitas dan perhatian yang diterima atlet di luar sepak bola.
“Kesenjangan atlit. Tentu bangga dgn prestasi sejawat Tapi sudah adil belum pemerintah dalam memfasilitasi atlit2nya? Karena cabang olahraga nya banyak peminat, Ibh terkenal?” tulisnya.
Lindswell mengaku bangga pada prestasi rekan sesama atlet, tapi menekankan bahwa olahraga lain seperti wushu juga telah memberikan banyak prestasi, meski tak mendapatkan sorotan media atau hadiah semewah sepak bola.
Ia juga membagikan cerita menyedihkan soal atlet wushu muda yang dipulangkan dari pelatnas secara daring hanya karena alasan efisiensi.
“Mereka masih anak2 Tentu bangga dan banyak manfaat yg sudah mereka dapat dim 8 bulan masa pelatrias tapi lantas apa boleh dipulangkan via zoom di minggu yang sama dengan alasan efisiensi?” tegasnya.
Ia juga mengkritisi ketimpangan anggaran antar cabang olahraga.
“BOLA mendekati 200M. Cabor lain? 10-30 M. Jauh ga? Merata tidak?” lanjutnya.
Lindswell mempertanyakan apakah penghargaan atlet ditentukan oleh popularitas cabang olahraga semata. Ia menyerukan agar pemerintah membuka ruang diskusi yang adil dan menekankan bahwa semua atlet layak dihargai sama, tanpa memandang bidangnya.
“Dan ini kritik untuk pemerintah. Buka ajang untuk berdebat sesama rakyat,” paparnya.
Pesannya jelas: atlet, apapun cabangnya, adalah duta bangsa yang pantas dihormati dan diapresiasi secara merata.

