KITAINDONESIASATU.COM -Jelang partai puncak Piala Asia Futsal 2026, pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto justru melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia mengatakan skuad Garuda sama sekali tidak merasakan tekanan menghadapi final melawan raksasa Asia, Iran, di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2) pukul 19.00 WIB.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, Indonesia justru datang dengan mental paling ringan. Alasannya sederhana: ini adalah final pertama sepanjang sejarah futsal Indonesia di ajang Asia.
“Bagaimana kami bisa tertekan? Ini final pertama kami,” ujar Souto dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Souto malah membalik keadaan. Ia menilai tekanan sesungguhnya justru berada di kubu Iran. Negara tersebut adalah penguasa futsal Asia dengan 13 gelar dari 17 edisi turnamen dan memiliki rekor pertandingan luar biasa di AFC.
“Iran yang punya beban. Mereka punya tradisi juara, pemain kuat, banyak yang bermain di luar negeri, dan ekosistem futsal yang mapan sejak lama,” tegasnya.
Iran sendiri sudah 15 kali tampil di final dan hampir selalu keluar sebagai juara. Mereka hanya dua kali gagal, yakni saat dikalahkan Jepang pada 2014 lewat adu penalti dan pada 2022 setelah tumbang 2-3.
Sebaliknya, Indonesia datang sebagai kuda hitam yang menciptakan sejarah. Setelah untuk pertama kalinya menembus semifinal, Garuda futsal langsung membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Jepang 5-3 dan memastikan tiket final.
Bagi Souto, pertandingan ini bukan soal tekanan, melainkan soal menikmati permainan.
“Futsal itu kesenangan, bukan tekanan,” katanya.
Indonesia juga akan mendapat dorongan moral besar karena laga digelar di kandang sendiri. Pada semifinal, lebih dari 10 ribu suporter memadati Indonesia Arena dan menjadi saksi kemenangan bersejarah tim Merah Putih.
Meski demikian, Souto menegaskan faktor penonton bukan penentu utama. Ia menilai yang paling penting adalah performa di lapangan, meski dukungan publik tetap menjadi energi tambahan bagi anak asuhnya.
Ia pun berharap lautan suporter kembali memenuhi arena dan memberi dorongan pada momen terbesar dalam sejarah futsal Indonesia. (*)


