Raket

Atik Jauhari Wafat, Pelatih Legendaris di Balik Kejayaan Ganda Putra Indonesia

×

Atik Jauhari Wafat, Pelatih Legendaris di Balik Kejayaan Ganda Putra Indonesia

Sebarkan artikel ini
Atik Jauhari meninggal dunia
Pelatih legendaris Atik Jauhari meninggal dunia di usia 77 Tahun. (Dok. PBSI)

Salah satu pemain yang merasakan langsung sentuhan kepelatihannya adalah Candra Wijaya. Peraih gelar juara dunia itu mengenang Atik sebagai sosok penting dalam perjalanan kariernya.

Menurut Candra, Atik merupakan pelatih yang bekerja dalam senyap, ulet, dan mampu menyatukan karakter pemain menjadi pasangan berprestasi. Atas dedikasinya, Atik pernah menerima penghargaan Pelatih Terbaik 2023 dari Daihatsu Yonex-Sunrises Candra Wijaya International Badminton Centre.

Melahirkan Pasangan Juara Olimpiade hingga All England

Lahir di Bandung pada 14 Agustus 1949, Atik mengawali karier sebagai pemain. Ia pernah menjuarai Kejuaraan Nasional 1971 bersama Christian Hadinata dan Belgia Terbuka 1973 bersama Tatat Budiman.

Kariernya kemudian berkembang sebagai pelatih. Pada usia sekitar 25 tahun, Atik dipercaya menangani tim nasional di Pelatnas PBSI. Sejak 1974 hingga 1999, ia menjadi bagian penting dalam pembinaan berbagai generasi pemain Indonesia.

Bersama Christian Hadinata, Atik berperan besar membangun kekuatan ganda putra. Salah satu hasil racikannya adalah pasangan Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky yang meraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996.

Sentuhan kepelatihannya juga berkontribusi dalam keberhasilan Candra Wijaya/Sigit Budiarto menjadi juara dunia 1997 di Glasgow, serta Candra Wijaya/Tony Gunawan yang menjuarai All England 1999.

Atik juga menjadi bagian dari tim kepelatihan Indonesia ketika tim putra meraih Piala Thomas pada 1994, 1996, dan 1998.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *