Sosok

Sritex, Raja Tekstil yang Tengah Karam

×

Sritex, Raja Tekstil yang Tengah Karam

Sebarkan artikel ini
PT Sri Rejeki Isman atau Sritex
Raksasa tekstil Indonesia, PT Sri Rejeki Isman atau Sritex, bak kapal terbentur karang besar mulai tenggelam dan karam

Pendiri Sritex adalah Haji Muhammad Lukminto, terlahir dengan nama Ie Djie Shien. Ia lahir pada 1 Juni 1946 di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur

Suami dari Susyana ini memulai karir sebagai pedagang dengan berjualan tekstil di Solo sejak usia 20-an.

Dalam uraian buku “Local Champion”, Solo memang sebagai pusat tekstil di Jawa sejak masa kolonial, membuat bisnis Lukminto tumbuh subur.

Hingga akhirnya pada 1966 atau di usia 26 tahun dia berani menyewa kios di Pasar Klewer. Kios itu diberi nama UD Sri Redjeki.

Dua tahun kemudian, pada 1968, dengan keuntungan yang dimiliki, ia membangun pabrik tekstil di Sukoharjo dengan nama UD Sri Rejeki Isman.

Lalu, dia mulai membuka pabrik cetak pertamanya yang menghasilkan kain putih dan berwarna untuk pasar Solo.

Pendirian pabrik inilah yang kemudian menjelma menjadi PT Sri Rejeki Isman atau Sritex. Cerita kemajuan Sritex sebagai ‘raja’ industri kain di Indonesia, dimulai saat ia memiliki kawan dekat bernama Harmoko.

Pada tahun 1982, Sritex mendirikan pabrik Weaving. Pada tahun 1992, mereka memperbesar pabrik dan produksi hingga menjadi perusahaan tekstil yang terintegrasi secara vertikal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *